Yuk Siapkan Kesehatan Jiwa Remaja menghadapi Perubahan Dunia

 

Remaja sebagai generasi muda harapan bangsa menjadi generasi yang rentan di era millenial sekarang ini. Gempuran kemajuan dunia maya (internet) membuat mereka banyak menghabiskan waktu berselancar dan mudah mengalami kejahatan cyber, cyber bullying, bahkan kecanduan video games yang memicu pada kekerasan.

Remaja yang rentan terganggu kesehatan jiwanya akibat penggunaan internet yang berlebihan membutuhkan bimbingan dan pendampingan. Keluargalah yang diharapkan sebagai pondasi utama agar remaja kita tidak mengalami gangguan kesehatan jiwa melalui pendampingan dan bimbingan.

Tidak ada kesehatan tanpa kesehatan jiwa. Remaja yang gagal menjawab tantangan zaman dan tidak mendapatkan pendampingan berakibat pada gangguan mental emosional juga depresi.

Masa remaja adalah masa/periode penting untuk mengembangkan dan mempertahankan kehidupan sosial dan emosional, termasuk pola tidur yang sehat, olahraga teratur, mengembangkan ketrampilan untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah, ketrampilan interpersonal, dan belajar mengelola emosi.

Seperti yang dipaparkan ibu Eka Viora selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia pada Temu Media dan Blogger menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Kamis (4/10) lalu, bahwa 16% global burden of disease and injury terjadi pada 1 diantara 6 anak berusia 10-19 tahun.

Pada dasarnya banyak remaja kita yang memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik, namun akibat perubahan emosi karena akil balik dan sosial , termasuk kemiskinan, abuse atau tindak kekerasan menyebabkan remaja rentan terhadap masalah kesehatan jiwa.

Depresi pada remaja merupakan salah satu penyebab penyakit dan disabilitas, yang bahkan dapat memicu bunuh diri. Banyak remaja yang tinggal di daerah yang terkena dampak darurat kemanusiaan juga rentan akan stress dan penyakit.

Faktor pendukung masalah kesehatan jiwa remaja

Banyak faktor yang mendukung terjadinya masalah kesehatan jiwa pada remaja, yaitu antara lain:

  • Keinginan untuk otonomi yang lebih besar, tekanan untuk menyesuaikan diri dengan teman sebaya, eksplorasi identitas seksual, dan peningkatan akses ke dan penggunaan teknologi
  • Pengaruh media dan norma-norma gender
  • Kualitas kehidupan dalam keluarga, juga hubungan dengan te,man sebaya mereka
  • Tindak kekerasan seperti pola pengasuhan kasar, penganiayaan, kekerasan seksual, bullying serta masalah sosio-ekonomi

Faktor-faktor inilah yang rentan menerpa kehidupan remaja yang apabila tidak teratasi dan diperhatikan dapat memicu gangguan kejiwaan pada remaja.

Gangguan perilaku, gangguan emosi, gangguan makan hingga gangguan psikosis dapat terjadi akibat faktor-faktor tersebut diatas.

Parahnya lagi gangguan psikosis yang terjadi seperti bunuh diri dan merugikan diri sendiri menjadi akibatnya. Bunuh diri menjadi penyebab kematian remaja usia 15-19 tahun dan hampir 90% menimpa remaja yang tinggal di negara low and middle income.

Upaya Promotif dan Preventif

Upaya pendekatan keluarga menjadi faktor yang menentukan. Remaja yang dekat dan didampingi oleh keluarga cenderung lebih dapat mengatasi masalah dengan baik.

Disinilah peran keluarga diperlukan. Intervensi keluarga bertujuan untuk memperkuat faktor pelindung/protektif.

Adapun upaya promotif dan preventif yang dilakukan antara lain:

  • Intervensi satu satu, yang disampaikan dalam satu grup atau bimbingan online psikologis
  • Intervensi yang berfokus pada keluarga, misalnya caregivers skills training
  • Intervensi berbasis sekolah, pengajaran tentang kesehatan jiwa dan ketrampilan hidup, perubahan organisasi yang nyaman dan positif, pencegahan berbasis sekolah untuk yang rentan terhadap kondisi kesehatan jiwa
  • Intervensi berbasis masyarakat, seperti mentoring program
  • Program pencegahan dampak kekerasan seksual
  • Program pencegahan bunuh diri multi sektoral
  • Program pencegahan napza
  • Pendidikan seks yang komprehensif untuk membantu mencegah perilaku seksual beresiko

Sangat penting mengatasi berbagai kebutuhan remaja dengan kondisi kesehatan jiwa remaja yang beragam.

Menjadi tanggung jawab kita bersama agar remaja sebagai generasi penerus bangsa dapat hidup dan berprestasi dengan kesehatan jasmani dan jiwa yang maksimal agar dapat menghadapi perubahan dunia.

 

23 Replies to “Yuk Siapkan Kesehatan Jiwa Remaja menghadapi Perubahan Dunia”

  1. Aku nggak suka kalo ada remaja-remaja yang suka ngebully temannya sendiri. Ah, betul sekali mbak, keluarga memang harus mendampingi anak remaja di jaman yang sudah serba modern ini.

  2. Aku nggak suka kalo ada remaja-remaja yang suka ngebully temannya sendiri. Ah, betul sekali mbak, keluarga memang harus mendampingi para remaja di jaman yang sudah serba modern ini.

  3. Sampai saat ini, bullying masih bikin saya sebagai emak jadi ketar ketir melepas anak ke sekolah.
    Jadi kalau pulang, selalu saya korek2, apakah ada temennya yang suka bully, atau mungkin dia sendiri.
    Alhamdulillah sejauh ini masih aman

  4. Sepertinya memang haru meberikan perhatian yang khusus ya mbak terhadap remaja. Apalagi zaman sudah berubah. Makin banyak tingkah orang yang aneh-aneh dan bisa mempengaruhi perkembangan adek atau anak kita yang masih remaja

  5. Semua kesehatan jiwa remaja ini berawal dr rumah ya, Mba. Setelah itu lingkungannya di sekolah. Yg seperti ini nih, makanya kita pintar2 mencari sekolah buat anak2 ya.

  6. Anak pertama saya sudah ABG nih, mulai banyak saya ajak ngobrol dari hati ke hati. Sejauh ini dia cukup open, jadi saya bisa tahu kehidupan di luar rumahnya kayak apa. memang keluarga itu nomor satu ya..

  7. Yes, peran keluarga emang berpengaruh saat anak beranjang remaja. Sebisa mungkin jadi teman untuk anak-anak supaya mau cerita tentang apa aja. Kalau ada apa2 yang pertama ya keluarga bukan orang lain.

  8. Jangankan remaja mb.. Anak sy msh kecil usia blm 5 tahun dulu itu, teman sekolahnya adaa aja yg tukang bully. Sedih kalo lingkungan anak ga mendukung kepercayaan dirinya. Intinya kt sbg orang tua jg sih bgmn membangun karakter positifnya..

  9. Remaja butuh dampingan yang tepat saat ini. Sebagai modal awal, kesehatan jiwanya perlu dimanage dengan baik. Tugas orangtua lah yang bisa membantunya.

  10. Mulai dari diri sendiri dan keluarga ya mba, karena kalau ketahanan keluarganya kokoh, insya Allah di luar mau sehebat apapun hantaman bisa terlindungi juga. Aku tuh paling sebel sama anak2 yg suka bully mem bully, dikira mereka keren kali ya, huhu…

  11. Org bilang kalau anak da gede udah enakan, nyatanya kalau dah gede, remaja justru kita harus lbh siap awasin ya mbak, ya pergaulannya, ya tontonannya dll. Kalau bisa sbg ortu harus deket terus ma anak2 TFS

  12. Kalau baca ini aku suka langsung merenung dan semoga aku dan akang suami maupun orang tua lainnya mampu untuk mendidik anak2 bisa menghadapi apapun dengan solusi terbaik. miris juga y mba banyak kejadian ga enak sekarang

  13. catat. dapat ilmu baru tentang psikolog dalam mendidik remaja dan mendapatkan pengetahuan pasca baca postingan ini bunda.

    Terima kasih ya bun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *