Konsep Praktis Penggunaan Uang untuk Anak-anak pada Kurikulum Cha-Ching Prudential

“Ma…aku mau beli sepeda donk, biar aku kalo sekolah bisa naik sepeda”. Itu salah satu keinginan anak saya sewaktu saya tanya mau dibelikan apa uang dari hasil tabungan Lebaran yang lalu.

Mengajarkan anak tentang literasi keuangan, memang agak sedikit sulit ya. Tapi kita bisa mulai mengenalkannya perlahan-lahan melalui apa yang kita jumpai dan kita lakukan di kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya yaitu dengan membantu menanamkan ketrampilan pengelolaan uang dasar, seperti menabung dan menghitung uang jajannya untuk apa aja.

Kesempatan tentang literasi keuangan inilah yang saya dapatkan ketika saya menghadiri kegiatan workshop kurikulum Cha-Ching yang diselenggarakan oleh Prudential Indonesia pada Sabtu (30/6) lalu. Bersama rekan-rekan komunitas seperti Komunitas Belajar Sejahterakan Indonesia, Komunitas Jendela, BEBEK Berkarya, Komunitas Kampung Vietnam dan Mari Mengajar, Prudential Indonesia ingin merangkul perwakilan komunitas edukasi di Jakarta dan sekitarnya untuk terus meningkatkan awarenes terhadap literasi keuangan dari masyarakat.

Workshop yang diadakan di Taman Literasi Prudential (Taman Mataram, Jakarta) ini dihadiri langsung oleh President Director Prudential Indonesia, Jens Reisch, ibu Nina Sumohandoyo selaku Corporate Communications and Sharia Director Prudential Indonesia, dan bapak Siddharta Moersjid selaku Board Chair Prestasi Junio Indonesia sekaligus Representative dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

konsep praktis penggunaan uang pada kurikulum ChaChing
Jens Reisch, PresDir Prudential Indonesia yang hadir di workshop kurikulum ChaChing

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)  merupakan bagian dari Prudential plc, London-Inggris yang didirikan pada tahun 1995. Di Asia, Prudential Indonesia menginduk pada kantor regional Prudential Corporation Asia (PCA) yang berkedudukan di Hongkong.

“Prudential percaya bahwa sebuah bisnis yang bertanggung jawab adalah bisnis yang berkomitmen untuk memberi kembali dan mengembangkan orang-orang serta lingkungan sekitarnya. Dan Prudential Indonesia berkomitmen untuk mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan dan mengurangi kesenjangan proteksi,” sambut Jens Reisch.

Apa sih Kurikulum Cha-Ching itu?

Kurikulum Cha-Ching adalah platform program edukasi keuangan untuk anak-anak dari Prudential Indonesia, mulai dari usia 7-12 tahun. Program edukasi keuangan ini bertujuan membantu menanamkan ketrampilan pengelolaan uang dasar pada anak-anak.

Sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan literasi keuangan sejak dini, Prudential Indonesia percaya bahwa program ini sejalan dengan Peraturan otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.79/POJK.05/2016.

Kurikulum Cha-Ching ini sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahu 2012. Di tahun 2015 lebih dari 20 Sekolah Dasar di sekitar Jabodetabek bekerjasama melalui program “Cha-Ching Goes to School”.

Bahkan sejak tahun 2017 kurikulum Cha-Ching telah diimplementasikan ke dalam kurikulum Sekolah Dasar di Sidoarjo, Jawa Timur. Menyusul kemudian ke 602 sekolah di Sidoarjo dan telah menjangkau lebih dari 29.000 siswa Sekolah Dasar dan sekitar 1000 guru.

Konsep Pengajaran Kurikulum Cha-Ching

Pada dasarnya Kurikulum Cha-Ching bertumpu pada cara menanamkan empat konsep utama dalam pengelolaan uang. Apakah ke empat konsep itu?

konsep praktis penggunaan uang pada kurikulum ChaChing
Workshop ChaChing
  1. Earn (Memperoleh). Disini anak-anak diajarkan bagaimana memperoleh uang untuk mendapatkan barang-barang yang diinginkan. Tujuannya adalah jika mereka menginginkan sesuatu berarti mereka membutuhkan uang untuk membelinya, jadi ada usaha untuk memperoleh uang.
  2. Save (Menyimpan). Biasanya kita suka ngomong ke anak kalau uang jajan yang diterima, jangan dihabiskan. Sisakan untuk di tabung. Tapi dengan konsep di kurikulum Cha-Ching ini kita mengajarkan anak, bahwa uang jajan yang diterima sebaiknya disisihkan dulu untuk ditabung. Sisihkan 10% dari uang jajan untuk ditabung dan itu jadi ringan. Tujuannya agar anak memahami pentingnya menabung dan semakin sedikit mereka membelanjakan uangnya, maka akan semakin banyak yang bisa ditabung.
  3. Spend (Membelanjakan). Ada kalanya anak menginginkan sesuatu yang ternyata bukanlah suatu kebutuhan. Di kurikulum Cha-Ching ini bertujuan agar mereka memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan. Selain itu juga diajarkan bahwa terkadang seseorang harus bersabar untuk memperoleh yang diinginkan.
  4. Donate (Menyumbangkan). Selain ketiga konsep tadi, anak-anak juga diajarkan dengan konsep menyumbang. Tujuannya adalah supaya mereka belajar bahwa membantu orang yang membutuhkan itu penting. Dan mereka juga memahami ada banyak cara untuk menyumbang, seperti uang, waktu, tenaga dan barang.
konsep praktis penggunaan uang pada kurikulum ChaChing
Presentasi Di Workshop Cha-Ching

Keempat konsep praktis kurikulum Cha-Ching tersebut dikemas dalam bentuk video dan permainan yang atraktif, sehingga anak-anak tidak merasa bosan dan tidak merasa bahwa mereka sebenarnya sedang belajar.

Kit Pembelajaran

Selain modul dan perlengkapan tulis, kurikulum Cha-Ching ini juga berupa games atau permainan yaitu papan permainan, dadu, pion kertas, kartu-kartu Earn, Save, Spent, Donate dan uang mainan. Kesemuanya ini sekaligus melatih mereka mempraktekkan langsung dari kurikulum Cha-Ching.

konsep praktis penggunaan uang pada kurikulum ChaChing
Kit Pembelajaran Kurikulum Cha-Ching

Cha-Ching yang dikembangkan oleh Prudential ini juga menceritakan petualangan seru 6 anak anggota grup Band yang mengajarkan konsep praktis keuangan. Ke 6 tokoh (anak) tersebut ada dalam video musik di Cartoon Network atau di situs web Cha-Ching, yang juga berisi permainan, aplikasi dan kegiatan yang dapat dimainkan di rumah oleh seluruh keluarga.

Ini dia ke 6 tokoh anak dalam konsep praktis penggunaan uang dalam kurikulum Cha-Ching:

  • Pepper, yang gila belanja, terus menerus membelanjakan uangnya bahkan lebih dari uang sakunya.
  • Zul, yang bijaksana, tahu bahwa dia harus menabung demi mencapai impiannya.
  • Charity, yang dermawan dan selalu mencari cara untuk menolong orang yang membutuhkan.
  • Justin, wirausahawan hebat yang berbakat dan memiliki ide cemerlang untuk menghasilkan uang.
  • Bobby, yang tidak memiliki rencana keuangan ke depan sehingga sering menghambur-hamburkan uangnya.
  • Prudence, seorang penabung cermat yang belajar menabung dari orang tuanya.
konsep praktis penggunaan uang pada kurikulum ChaChing
Tokoh Karakter yang ada di Kurikulum ChaChing (ki-ka: Charity, Zul, Prudence, Justin, Bobby, Pepper)

Dari karakter tokoh tersebut, sebenarnya semuanya ada di kehidupan kita sehari-hari dan lingkungan kita. Disinilah kita sebagai orang tua belajar mengenalkan kepada anak-anak melalui program kurikulum Cha-Ching.

Dari situ mereka diingatkan bahwa mendapatkan uang, menabung, belanja, dan menyumbang adalah pilihan yang dapat digunakan untuk uang yang dimiliki. Bijak dalam menentukan pilihan akan membantu mereka untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik.

Nah.. dari ke 6 tokoh diatas, mana nih yang mendekati dengan karakter kalian?

konsep praktis penggunaan uang pada kurikulum ChaChing
Peserta Workshop Kurikulum Cha-Ching

#ChaChing #SahabatChaChing #BelajarChaChing #LiterasiKeuangan

 

Jakarta, 6 Juli 2018

HQ’18

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4 Replies to “Konsep Praktis Penggunaan Uang untuk Anak-anak pada Kurikulum Cha-Ching Prudential”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *