Dorong Potensi dan Bakat Anak Yatim dengan Dream Collabo-Action

Seperti anak-anak pada umumnya yang mempunyai hak hidup, tumbuh, berkembang, bermain dan berpartisipasi baik di lingkungan sekitar maupun keluarga, begitu juga dengan anak-anak yatim. Anak-anak yatim/panti asuhan adalah anak-anak Indonesia yang mempunyai hak sebagai anak. Mereka punya hak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal, serta dilindungi dari berbagai tindak kekerasan.

Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak – Panti Sosial Asuhan Anak (Fornas LKSA-PSAA) adalah organisasi non pemerintah yang digagas serta digerakkan oleh para Ketua Panti Asuhan Anak, praktisi dan aktivis perlindungan anak.

Berdiri di Yogyakarta 5 tahun yang lalu, Fornas LKSA-PSAA kini mempunyai anggota sebanyak 5.540 lembaga pengasuhan anak yang menaungi sedikitnya 315.000 anak asuh di seluruh Indonesia.

Kepedulian mereka yaitu terhadap permasalahan sosial anak seperti gizi buruk, kekerasan, eksploitasi, penelantaran, pelecehan seksual juga kejahatan di bawah umur. Permasalahan tersebut tidak hanya berlaku pada anak-anak dengan orang tua lengkap, bahkan terjadi juga pada anak-anak yatim yang nota bene mereka tidak mempunyai orang tua.

Dorong Bakat dan Potensi anak Yatim dengan Dream Collabo-Action
Dorong Bakat dan Potensi anak Yatim dengan Dream Collabo-Action

Bertepatan dengan pergantian kepengurusan forum, pada tanggal 24-27 Juli 2018 lalu, Fornas LKSA-PSAA mengadakan Musyawarah Nasional pertamanya. Beruntung sekali pada Press Conference-nya tersebut saya berkesempatan hadir pada Kamis (26/07) lalu, yang diselenggarakan di Hotel Grand Asrilia, Bandung, Jawa Barat.

Hadir pada Press Conference hari itu adalah Drs. H. Yanto Mulya Pibiwanto, selaku Ketua Fornas LKSA-PSAA yang juga sebagai Ketua Panti Asuhan Bayi Sehat Kota Bandung. Hadir pula H. Arif Bijaksana sebagai Ketua Pelaksana Munas Fornas LKSA-PSAA, seniman Kang Iing Rosemary, dan Kang Ebith Beat A.

Dorong Bakat dan Potensi anak Yatim dengan Dream Collabo-Action
Press Conference Dream Collabo-Action

Mengusung tema Dream Collabo-Action, Tanamkan Peduli, Tumbuhkan Kolaborasi dan Pencanangan Hari Anak Yatim

Kepedulian dan kepekaan sosial dari seluruh elemen masyarakat terhadap anak-anak yatim sangat diperlukan. Bukan hanya menjadi kewajiban dan tanggung jawab pemerintah saja tapi seluruh masyarakat.

Anak-anak yatim dan panti asuhan mempunyai hak untuk didengarkan, dilibatkan dan juga berpartisipasi dalam program-program yang menyangkut masa depan mereka. Dan peranan para pengasuh menjadi sangat penting sebagai teladan dan memberikan stimulus bagi anak-anak yatim yang diasuhnya dengan penuh rasa cinta layaknya orang tua mereka sendiri.

Fornas LKSA_PSAA sangat mendukung peningkatan standar kualitas kelembagaan dan para SDM pengasuh di sekuruh LKSA-PSAA di Indonesia.

Dorong Bakat dan Potensi anak Yatim dengan Dream Collabo-Action
Ebith Beat A, Iink Rosemary, Yanto Mulya Pibiwanto selaku ketua Fornas LKSAA-PSAA, Arif Bijaksana selaku ketua pelaksana Munas Fornas LKSA-PSAA (Dok: Putra Cikeusik)

Dalam Munas Fornas inilah LKSA-PSAA juga menginisiasi tercetusnya pencanangan tanggal 26 Juli sebagai Hari Anak Yatim. Hal ini dimaksudkan sebagai momentum pengingat agar kita lebih peduli terhadap kondisi anak-anak yatim di panti asuhan, juga membuka peluang kolaborasi dalam berbagai aspek pengasuhan anak.

Berdasarkan UndangUndang Republik Indonesia No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, bahwa orang tua, keluarga, masayarakat, pemerintah, dan Negara merupakan stakeholders strategis yang wajib menjamin, melindungi, dan memenuhi hak anak-anak.

Salah satu hak anak adalah memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya, anak yang memiliki keunggulan juga berhak mendapatkan pendidikan khusus.

Seperti dukungan Kak Seto atau Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si selaku Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) terhadap penyelenggaraan Munas sekaligus pencanangan Hari Anak Yatim ini.

Menjadi anak-anak yatim bukan berarti menjadi anak yang terbelenggu dan terbatas geraknya. Mereka dapat menyalurkan bakat dan potensi yang ada dalam diri. Dan Munas Fornas LKSA-PSAA ini juga salah satunya memberikan wadah bagi para anak yatim untuk unjuk bakat mereka dengan berkolaborasi dengan para seniman Indonesia dalam bentuk pentas seni.

Bakat dan Potensi Anak di Dream Collabo-Action
Dorong Bakat dan Potensi Anak di Pentas Dream Collabo-Action

Pentas yang diberi tema “Dream Collabo-Action” ini menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim lainnya, bahwa memiliki mimpi dan potensi besar dapat diwujudkan dan terus dikembangkan.

Bakat dan potensi mereka inilah yang didorong melalui sebuah aksi kolaborasi dalam bentuk pementasan istimewa yang melibatkan seniman-seniman Indonesia.

Dorong Bakat dan Potensi anak Yatim dengan Dream Collabo-Action
Anak-anak Yatim di bawah asuhan Kak Seto di pentas Dream Collabo-Action

“Alhamdulillah, kami mendapat respon dan dukungan yang baik dalam mewujudkan konsep Dream Collabo-Action ini. Seniman-seniman seperti Iing Rosemary, Ebith Beat A, Saung Angklung Udjo hingga kang Epi Kusnandar pemain sinetron Preman Pensiun turut mendukung pentas kolaborasi ini anak-anak asuh kami, ujar Pak Arif.

Bahkan dukungan khusus juga diberikan oleh Kak Seto dengan memberikan perlakuan istimewa khusus bagi anak-anak yatim yang dikemas dalam program “Bergembira Bersama Kak Seto”.

Dengan diadakannya pentas Dream Collabo-Action ini semoga semakin menumbuhkan bakat dan potensi anak-anak yatim dan menjadi penyemangat bagi yang lainnya dan terwujudnya tanggal 26 Juli sebagai Hari Anak Yatim.

 

Jakarta, 30 Juli 2018

 

HQ

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *