Belanja Perhiasan Mudah dan Terjangkau, Ya Ke Whizliz Aja

Sebagai perempuan tentu tidak terlepas dari yang namanya aksesoris, entah itu aksesoris untuk di rambut, hijab, anting-anting, cincin, kalung dan masih banyak lagi. Jenis aksesoris yang berupa perhiasan pun juga banyak, ada yang terbuat dari emas (baik yang kuning atau putih), perak atau bahkan berlian (wahh..kalo ini pasti mahal banget ya).
Berbicara tentang perhiasan, juga tidak terlepas dengan desain juga harga. Ada beberapa orang yang suka dengan desain yang rumit tapi ada yang lebih suka dengan disain sederhana, begitu pula dengan harga. Secara selera pribadi sih saya lebih suka dengan disain yang simple tapi tetap terlihat elegan, anggun dan mahal.

Perhiasan mungkin bukan kategori barang sekunder atau apalagi premier, tapi untuk kalangan perempuan, perhiasan menjadi suatu kebutuhan yang mendukung penampilan. Apalagi bila menghadiri suatu acara misalnya saja resepsi pernikahan, wisuda sekolah atau acara resmi lainnya. 
Untuk pemakaian sehari-haripun banyak yang mengenakan perhiasan entah itu kalung, cincin atau anting-anting. Umumnya bila kita ingin membeli perhiasan, kita pergi ke toko perhiasan yang ada di pasar atau mall. Kita bisa memilih sesuai yang trend yang ada di toko perhiasan tersebut. 
Namun seiring kemajuan jaman dan teknologi sekarang ini. Kita nggak perlu kok mendatangi toko perhiasan. Ada salah satu perusahaan perhiasan yang menjual koleksinya melalui internet. 

Bapak Ivan Lingga dan Bapak Ikin memberikan penjelasan di press conference acara bazaar di 23 Paskal, Bandung (Dok:RatriChibi)

Adalah Whizliz sebuah perusahaan yang didirikan oleh Bapak Ivan Lingga selaku CEO (Chief Executive Officer), Bapak Andrianto Sylviano selaku COO (Chief Operation Officer) dan Bapak Ikin Wirawan selaku CTO (Chief Technology Officer). Pemberian nama Whizliz berasal dari “wish list” yang berarti daftar keinginan. 

Whizliz ditandai dengan logo “dreamcatcher” yaitu 3 feather yang melambangkan 3 pendirinya yang berarti menggapai cita-cita. Seperti Whizliz yang ingin mewujudkan harapan masyarakat untuk memiliki perhiasan dengan disain yang sesuai pilihannya dengan harga terjangkau.
PT. Lino Walden Teknologi (WhizLiz) adalah  platform online terbesar se-Indonesia untuk jual beli produk mewah dengan jangkauan terluas yang diperuntukan kalangan fashionista. Brand WhizLiz atau PT. Lino Walden Teknologi, yang merupakan joint venture dari perusahaan PT. Lino Putra Mandiri dan PT. Walden Global Services, memiliki ratusan produk menarik yang berkualitas ekspor mulai dari merek dambaan para desainer fashion hingga produk-produk pilihan.
Perusahaan yang mewadahi Whizliz sendiri sudah berdiri sejak 40 tahun yang lalu dan mulai melebarkan sayapnya ke ranah online sejak akhir 2016. Baru-baru ini Whizliz ikut serta dalam Popkins Bazaar di 23Paskal, Bandung mulai dari tanggal 24-26 November 2017. Selama 3 hari itu masyarakat dapat melihat-lihat koleksi Whizliz yang ada. Bahkan selama bazaar tersebut Whizliz menyediakan diskon khusus dan undian lucky dip.
Koleksi Whizliz (Dok:RatriChibi)

Pangsa market Whizliz memang sengaja menyisir untuk masyarakat menengah ke bawah. Dengan disain yang mewah dan harga terjangkau mulai dari Rp300.000. Whizliz merupakan satu-satunya ecommerce perhiasan di Indonesia yang menjual aneka liontin , cincin, anting-anting dan kalung dengan harga terjangkau.
Mengusung tag line “to make you lux good” Whizliz ingin memberikan luxury performance kepada customer yang menggunakan produknya. Ada sekitar 1000 stok yang ada yang siap untuk dipasarkan. Bahkan pemasaran koleksi Whizliz ini sudah menjangkau 200 kota di seluruh Indonesia.
Untuk memudahkan pelanggannya, Whizliz juga dapat diakses melalui aplikasi di gadget kita. Caranya mudah kok tinggal unduh saja aplikasi Whizliz di appstore dan googleplay store. So tunggu apa lagi teman, Ittime for you to lux good with Whizliz! read more

Pameran Pendidikan Islam Internasional di ICE BSD 21-24 November 2017

Pendidikan agama merupakan dasar dalam membangun mental dan kedewasaan anak di masa depan. Berbagai pilihan lembaga pendidikan banyak ditawarkan, namun sebagai orang tua tentu kita ingin yang terbaik untuk masa depan anak-anak kita nantinya. Ada banyak juga pertimbangan yang diambil orang tua dalam memilih lembaga pendidikan terutama pendidikan agama untuk anak-anaknya. Baik dari segi tenaga pengajarnya, kurikulumnya, fasilitasnya, keadaan lingkungan dimana lembaga pendidikan itu berada, juga informasi tentang alumni-alumninya.

Seperti yang kita ketahui menjelang tahun ajaran baru biasanya banyak digelar acara-acara tentang pameran pendidikan. Nah kali ini digelar Pameran Pendidikan Islam Internasional atau International Islamic Education Expo (IIEE) 2017 mulai dari tanggal 21-24 November 2017 di International Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Perhelatan akbar ini mengambil tema “Pendidikan Islam Indonesia untuk Perdamaian Dunia”. Didukung oleh berbagai lembaga pendidikan Islam baik dari dalam dan luar negeri, pameran ini juga diikuti oleh serangkaian acara. Mulai dari Seminar Tahunan tentang Studi Islam (Annual International Conference on Islamic Studies, AICIS), Deklarasi Jakarta, Apresiasi Pendidikan Islam (API), Seminar Internasional tentang Studi Pesantren, Anugerah Guru Madrasah Berprestasi dan Kompetisi Robotik Madrasah, juga Pentas Dongeng Islami PAI. Gak tanggung-tanggung lho teman, 200 booth akan ditempati oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam di perhelatan pendidikan terbesar di Indonesia ini, sekaligus menjadi referensi bagi para pencari studi Islam dalam berbagai program dan jurusan.
Pada Selasa (21/11) siang saya dan rekan blogger lainnya berkesempatan menghadiri hari pertama IIEE. Dari beberapa hari sebelumnya saya dan rekan-rekan sudah antusias sekali untuk melihat langsung perhelatan pendidikan Islam akbar ini. Kebetulan saya bertempat tinggal di daerah Manggarai, saya menggunakan jasa angkutan commuter line untuk menuju lokasi pameran. Saya berangkat dari stasiun Manggarai pukul 10 pagi dengan tujuan stasiun Rawa Buntu, namun transit sebentar berganti kereta di stasiun Tanah Abang. Hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari stasiun Manggarai menuju stasiun Rawa Buntu dan kebetulan sekali dari pihak panitia dalam hal ini DitJen Pendidikan Islam Kementrian Agama menyediakan shuttle bus dari stasiun Rawa Buntu menuju lokasi pameran di ICE BSD, jadi untuk pengunjung yang menggunakan jasa angkutan kereta api gak perlu khawatir untuk akses lanjutan menuju lokasi pameran. Tiba di stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 11.30 kami pun menemui petugas berseragam Pramuka dengan membawa papan pengumuman tentang pameran IIEE tersebut. Mereka menjelaskan bahwa shuttle bus menuju lokasi pameran sudah tersedia di luar stasiun Rawa Buntu dan kamipun bergegas menuju kesana.

Setiba di lokasi pameran kami lihat sudah ada pengunjung yang mulai berdatangan, padahal secara resmi pameran IIEE ini mulai dibuka pukul 19.00 oleh Mentri Agama bapak Lukman Hakim Saifuddin, tapi pengunjung sudah banyak yang berdatangan dari siang tadi. Kamipun bergegas masuk dan menuju lokasi pameran. Pameran IIEE ini merupakan salah satu rencana besar Kementrian Agama RI menjadikan Indonesia sebagai sentra pendidikan Islam dunia. Walaupun nota bene banyak yang mengetahui bahwa Negara Arab memiliki pusat pendidikan Islam karena mereka mengenal Islam terlebih dahulu, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia pun memiliki lembaga-lembaga pendidikan yang bermutu Internasional. Oleh sebab itu dengan adanya pameran IIEE ini diharapkan masyarakat luas baik  dalam dan luar negeri mengetahui bahwa Indonesia juga menjadi tujuan studi Islam yang menarik.

Seperti yang kita ketahui bahwa penduduk Indonesia yang beragama Islam mencapai 200 juta jiwa atau sekitar 87,2% dari total penduduk. Saat ini saja terdapat 600 pendidikan tinggi Islam, 75.000 madrasah tingkat menengah dan 28.000 pesantren, Indonesia dinilai relative stabil dan minim masalah terorisme. Ditengah keberagaman budaya, etnis dan agama, Indonesia banyak menjadi obyek studi keislaman inklusif karena berbagai perbedaan dapat berdampingan secara damai dan harmonis.
Pameran yang berlangsung selama 4 hari kedepan ini  juga menyuguhkan konferensi tingkat Internasional dengan menampilkan pembicara dan narasumber dari berbagai negara, salah satunya yaitu Konferensi Internasional Studi Islam (AICIS) 2017 yang dimulai malam tadi pukul 22.00-23.00. Bertempat di panggung utama diskusi dilakukan (On Stage Discussion) yang membahas tentang studi Islam, dihadiri oleh sekitar 400 intelektual dari dalam dan luar negeri dengan profesi mulai dari rektor, guru besar se Indonesia dengan peserta dari 20 negara.
Dari luar negeri tercatat sejumlah pembicara antara lain: Prof.Farid Alatas, Ph.D dari University of Singapore, Prof.Nico J kaptein dari Leiden University, Prof.Lisolette Abid dari Vienna University, Prof.Livia Holden dari Oxford University, Prof.Saif Rashid al Jabiri dari Unversity Canada Dubai, Dr.Nargiza F Amiroza dari Nagoya University Japan, Dr.Ahmed al Senouni dari Emirati Development Program dan Muwatta Center Abu Dhabi, Ronald A Lukens Bull dari University of North Florida dan Imtiyaz Yusuf dari Mahidaol University Thailand. Sedangkan pembicara dalam negeri tercatat antara lain: Prof.Azyumardi Azra, MA.,Ph.D dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof.Dr.KH.Nasarudin Umar,MA dari PTIQ Jakarta, KH.Husein Muhammad dari Fahmina Institute Cirebon, Prof.Amin Abdullah, MA, Ph.D dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Dr.Idrus Alhamid, MSi. Dari STAIN Al-Fatah, Jayapura dan lain-lain.
Seperti yang dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama  bapak Kamaruddin Amin bahwa para pembicara ini membedah bagaimana agama sebagai sebuah identitas berinteraksi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk mempresentasikan hasil-hasil temuan penelitian mereka ke masyarakat luas. Kehidupan berbangsa dan bertanah air diwujudkan dalam bentuk cinta dan loyal terhadap negara merupakan  fitrah manusia, seperti dalam tradisi santri yaitu ungkapan “hubbul wathan minal iman” yang artinya cinta tanah air merupakan sebagian dari iman. Hal ini menunjukkan ketaatan seseorang terhadap agama Islam dalam mewujudkan kecintaannya pada tanah airnya yang walaupun bukan hadis tapi maknanya sejalan dan dianjurkan dalam agama (masyru’). Disebutkan pula “maa laa yatimmul waajib illaa bihi fahuwa waajib” yang artinya seorang muslim yang baik pasti menjadi warga Negara yang baik.

Booth-booth lembaga pendidikan yang ada di pameran IIEE tahun ini terlihat menarik, mereka menyuguhkan informasi tentang keunggulan lembaga pendidikan mereka. Beberapa booth yang saya datangi bahkan juga menampilkan hasil karya kreasi anak didik mereka. Jadi pelajaran yang mereka dapatkan secara langsung juga mereka praktekkan bahkan dapat menghasilkan dan bernilai ekonomis, menarik sekali ya teman. Pentas seni dari berbagai daerah juga ditampilkan dalam pameran IIEE ini.

Dari beberapa booth peserta yang sempat saya kunjungi dan berbincang-bincang baik itu dengan penanggung jawab booth maupun salah satu pengajar di lembaga pendidikan peserta booth tersebut, mereka mengatakan optimis tentang pendidikan Islam di Indonesia dapat menjadi bekal untuk masa depan mereka. Apalagi di era milenials sekarang ini dimana serbuan teknologi modern terutama gadget menjadi tak terbendung. Dengan bekal pendidikan agama diharapkan generasi kita dapat menjadi generasi yang tangguh dan siap bersaing di dunia internasional dengan negara-negara lain.
Tidak terasa seharian berkeliling mengunjungi satu booth ke booth lainnya rasanya kurang, namun ga usah kuatir teman karena pameran IIEE ini masih berlangsung di 3 hari kedepan nanti. Jadi jangan lewatkan kesempatan berharga ini ya. Yuuk kunjungi pameran IIEE 2017 di ICE BSD. Untuk informasi lebih lanjut terkait pameran IIEE 2017 ini dapat diakses melalui media sosial Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama RI.
Facebook : Ditjen Pendis Kemenag RI
Instagram :@pendiskemenag
Twitter :@pendiskemenag

img-20171122-wa0000-81835875.jpg
Penulis dan rekan Blogger beserta Panitia (Dok:Febrianti)

 
HQ’17 read more

Perayaan Hari Kesehatan Nasional ke 53 di CFD Jakarta

Menjadi sehat tentu dambaan kita semua. Namun tidak semua orang yang dapat menjaga kesehatan mereka. Pola hidup dan pola makan menjadi pemicu kesehatan menjadi semakin tidak terkontrol. Belum lagi kurangnya aktifitas fisik alias berolahraga, padahal pola makan yang tidak benar ditambah kurangnya beraktifitas atau berolahraga menjadi pemicu penyakit tidak menular lho teman.

Nah..pada hari Minggu (12/11)lalu, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional Indonesia yang ke 53, Kementrian Kesehatan bersama jajarannya dan lapisan masyarakat mengadakan acara “Yuk GERMAS Bareng, Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku”. Acara yang dimulai pukul 6.00 pagi di area Car Free Day Jalan Thamrin, dan sekitarnya  ini diawali dengan senam sehat bersama.

Segenap elemen masyarakat hadir di acara menyambut Hari Kesehatan Nasional dan terlihat antusias sekali. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Wakil Presiden Jussuf Kalla beserta ibu, Mentri Kesehatan ibu Nila F Moeloek, serta pejabat-pejabat terkait lainnya. Setelah acara diawali dengan senam bersama, bapak Jussuf Kalla dalam pidato pembukaannya mengatakan bahwa menjaga kesehatan itu lebih mudah daripada saat kita sakit. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah, dengan asupan gizi seimbang dan jangan lupa juga melakukan aktifitas fisik rutin hingga terhindar dari penyakit tidak menular karena kemalasan kita berolahraga.
Acara yang dimulai sejak pagi ini diikuti serangkaian acara mulai dari Karnaval Jalan Sehat GERMAS pukul 6.00, Senam Bersama pukul 6.30, lanjut pembukaan dan video conference dengan walikota dan gubernur 6 kota yaitu Denpasar, Surabaya, Palu, Riau, Bengkulu dan Samarinda oleh Bapak Jussuf Kalla dan Ibu  Nila F.Moeloek.
Di area CFD Jalan Thamrin itu juga diadakan bazaar ikan, buah dan sayuran yang diadakan oleh Kemenkes, juga ada stand Deteksi Dini berupa cek gula darah, kolesterol dan asam urat. Terlihat masyarakat antusias sekali mendatangi stand bazaar dan pemeriksaan deteksi dini tersebut.

Selain karnaval jalan sehat juga diikuti oleh sekelompok pengendara sepeda sehat yang memulai rute mereka dari kantor Kementrian Kesehatan di Kuningan, Jakarta Selatan. Semakin meriah karena karnaval jalan sehat dan sepeda sehat itu juga diapresiasi oleh panitia dengan pemberian hadiah. Selain itu juga diadakan lomba foto “On The Spot” selama acara berlangsung dengan hadiah-hadiah menarik.
Acara perayaan Hari Kesehatan Nasional ini juga dimeriahkan oleh artis ibukota hingga masyarakatpun ikut terhibur. Semoga dengan diadakannya acara Yuk GERMAS ini masyarakat dapat lebih menyadari pentingnya menjaga pola makan dengan asupan gizi seimbang dan perbanyak konsumsi buah dan sayuran juga aktif berolahraga. Karena didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.
img-20171111-wa0020-224454241.jpg
HQ’17 read more

"I Love Local Product" di Ulang Tahun ke 9 Aston Marina Ancol

Perayaan Ulang Tahun bagi sebuah perusahaan  menjadi suatu bentuk apresiasi bagi seluruh tim yang terlibat didalamnya. Tidak hanya untuk si pemilik perusahaan tapi juga untuk karyawan-karyawannya. Begitu pula dengan Aston Marina Ancol yang pada tanggal 30 Oktober 2017 lalu memasuki usia ke 9 tahun. Dalam peringatannya ini, Aston Marina Ancol mengadakan kegiatan yang bertema “I Love Local Product” mulai tanggal 10-12 November 2017 di area lobby dan sekitar hotel.
Aston Marina Ancol merupakan salah satu hotel terbaik yang berada di utara Jakarta. Berlokasi di Jalan Lodan Raya No. 2A, Jakarta Utara yang berada di bawah naungan Archipelago International yang telah beroperasi sejak tahun 2008. Aston Marina Ancol banyak menjadi pilihan hunian bagi para wisatawan karena tempatnya yang nyaman, pelayanan yang memuaskan dan lokasi yang strategis dari tempat perbelanjaan Mangga Dua, Glodok hingga tempat rekreasi Taman Impian Jaya Ancol.
Pada Jumat (10/11) lalu, saya bersama rekan Blogger lainnya berkesempatan tuk hadir di peresmian acara peringatan ulang tahun Aston Marina Ancol tersebut. Acara yang dimulai pukul 18.00 ini menghadirkan seni membatik di lobby hotel dan aneka bazaar produk lokal seperti busana juga produk kosmetik.

Acara peresmiannya ini sengaja mengambil tempat di lobby hotel agar penghuni hotelpun dapat mengerahui tentang acara ini sekaligus mempromosikan produk-produk lokal diantaranya usaha sampingan karyawan hotel Aston Marina Ancol itu sendiri.

Ahmed Noer, General Manager Aston Marina Ancol (Dok:penulis)

 
Acara dibuka dengan sambutan oleh Bapak Ahmed Noer selaku General Manager Aston Marina Ancol. Dihadiri juga perwakilan dari kepolisian, kelurahan dan kecamatan daerah setempat. Pembukaan perayaan ulang tahun Aston Marina Ancol ke 9 ini semakin kental terlihat nuansa budaya lokalnya dengan menghadirkan pemotongan tumpeng khas Indonesia. Acara selanjutnya menghadirkan fashion show busana batik karya Ethys Mayoshi dengan brand Batik Gobang Jakarta.

Beberapa rangkaian acara juga diselenggarakan selama peringatan ulang tahun ke 9 Aston Marina Ancol ini, yaitu: read more

Dengan Pola Makan Sehat dan Bergerak, Yuk Lawan Obesitas

Obesitas atau kegemukan menjadi salah satu penyakit tidak menular selain diabetes, jantung koroner dan stroke. Di Indonesia bahkan lebih dari 13,5% orang dewasa usia 18 tahun keatas kelebihna berat badan, sementara itu 28,7% mengalami obesitas. Bahkan pada anak usia 5-12 tahun sebanyak 18,8% kelebihan berat badan dan 10,8% mengalami obesitas (berdasarkan sumber Kemenkes).
Jadi apabila kita melihat seorang anak yang terlihat gemuk janganlah senang dulu, bisa jadi si anak tersebut mengalami obesitas atau kegemukan, karena obesitas juga bisa dialami oleh anak-anak lho. Obesitas itu apa sih sebenarnya? Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidak seimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama (WHO,2000).
Apalagi masyarakat sekarang cenderung dimanjakan oleh kemudahan teknologi, hingga untuk menggerakkan badan saja rasanya berat banget. Ya ngga, teman? Belum lagi dengan pola makan yang serba praktis, cepat hingga tidak mempedulikan keseimbangan gizi dan nutrisi yang masuk dalam tubuh. Oleh sebab itu tidak heran apabila obesitas atau kelebihan berat tubuh menjadi kian bertambah sekarang ini.

img_20171116_113140-225982232.jpg
drg.Dyah Erti Mustikawati,MPH, Dr.(c)Rita Ramayulis,DCN,M.Kes, dr.Lily S.Sulistyowati,MM dan Dr.Michael Triangto, Sp.KO (Dok:twitter kemenkes)

Pada Selasa (7/11) lalu, bertempat di hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta Utara saya menerima undangan Seminar Hari Obesitas Se-Dunia dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Seminar yang dihadiri oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) ibu dr.Lily S.Sulistyowati, MM, dr.Ida Gunawan, MS.Sp.GK (K), Dr.Michael Triangto, SpKO, juga drg.Dyah Erti Mustikawati,MPH serta Dr.(c)Rita Ramayulis,DCN,M.Kes selaku Pengurus DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).
Obesitas atau kegemukan itu dapat dipicu oleh berbagai faktor, diantaranya yaitu: read more

Arabian Taste di Chicking Mall@Bassura

Siapa yang gak kenal hidangan fast food? Di Indonesia banyak aneka restoran fast food yang ada, mulai dari yang ala-ala western, Jepang sampai Korea. Namun rasanya belum ada ya restoran yang bercitra rasa Timur Tengah.
Nah..beberapa hari lalu, saya bersama madYanger lainnya berkesempatan tuk sowan ke restoran fast food dengan cita rasa khas negeri 1001 Malam ini, yang berlokasi di Mall@Bassura, Jakarta Timur. Kedatangan kami disambut oleh ibu Angelia Merry selaku Public Rellation Manager Chicking Indonesia. Selain itu hadir juga bapak Wahyu, Presiden Direktur Ayam Top Sukses (Chicking Indonesia,Lulu Hypermarket) dan ibu Fifie selaku penanggung jawab management Ayam Top Dubai.

Bapak Wahyu PresDir Ayam Top Sukses (Chicking Lulu Hypermarket), ibu Fifie penanggung jawab manajemen Ayam Top Dubai dan ibu Angelia Merry PR Manager Chicking Indonesia (Dok:penulis)

Chicking Indonesia adalah restoran jaringan Internasional resto halal dari Dubai, Uni Emirat Arab. Kalau di negara asalnya sih berdiri sejak tahun 2000 dan berkembang hingga ke 10 negara dengan 100 outletnya, diantaranya ada di Indonesia.
Chicking Indonesia pertama hadir di Royal Plaza Surabaya pada Mei 2017. Respon yang bagus membuat Chicking Indonesia pun hadir juga di Mall@Bassura, Jakarta Timur dan di Lulu QBig BSD, Tangerang. 
Berbeda dengan restoran fast food lainnya, Chicking Indonesia menyajikan makanan yang segar dan lezat dengan ramuan dan rempah-rempah berkualitas terbaik. Karena dihidangkan dalam keadaan fresh, terkadang proses pembuatannya memakan waktu. 
Ketika saya datang ke Chicking Indonesia di Mall@Bassura, suguhan pertama yang ditawarkan yaitu kopi dan teh Arab yang membuat saya tergoda untuk mencicipinya. Teh yang diracik dengan tambahan kapulaga diseduhannya membuat harum teh tercium menyegarkan dan rasanyapun sangat menenangkan. 
Kopi Arab dan Teh Arab

Pertama mendengar nama Chicking Indonesia yang berjenis restoran cepat saji, saya langsung berasumsi aah..paling restoran  cepat saji seperti yang sudah-sudah pada umumnya. Tapi herannya kenapa Dubai? Karena penasaran, sayapun ga sabar untuk segera ke Chicking Indonesia di Mall@Bassura yang kebetulan juga gak terlalu jauh dengan tempat tinggal saya di Manggarai.
Lokasi yang strategis, menurut saya pemilihan restoran Chicking Indonesia di Mall@Bassura ini sangat tepat. Karena Mall@Bassura berada dekat dengan pusat perbelanjaan mainan anak-anak Pasar Gembrong, juga tidak terlalu jauh dengan stasiun kereta Jatinegara dan terminal Kampung Melayu. Jadi bisa untuk alternatif tempat hangout setelah berbelanja.
Chicking Indonesia berada di lantai 2 Mall@Bassura ini memang baru beberapa bulan beroperasi. Namun seperti yang bapak Hengki Setiawan, selaku Presiden Direktur PT. Ayam Top Dubai (pemegang lisensi Chicking Indonesia) katakan bahwa beliau optimis akan perkembangan Chicking Indonesia. Bahkan bulan November inipun akan hadir di Bekasi dan menambah lagi di Plaza Surabaya.
Chicking Indonesia selain memiliki produk unggulan seperti Flamming Grilled Chicken. Bukan seperti menu ayam biasa, menu unggulan ini dibuat dengan bumbu khusus dan proses perendaman hingga bumbu rempah-rempah meresap. Ditambah lagi proses pemanggangannya yang sangat diperhatikan hingga matang sempurna, namun cita rasa rempahnya masih terasa dan lebih sehat karena dipanggang
Original fried chicken dan flamming grilled chicken (Dok:penulis)

Namun untuk pecinta ayam goreng Chicking Indonesia pun juga menghadirkan Original Fried Chicken. Potongan ayam segar yang direndam dengan bumbu dan rempah-rempah khusus, bertekstur lembut dibalut tepung roti dan tepung putih dengan bumbu gurih, digoreng hingga warna keemasan yang menggoda. Rasanya gurih, bumbu rempah khasnya terasa sekali dan berbeda dengan ayam goreng-ayam goreng yang ada di restoran fast food lainnya. Tepungnya juga crunchy dan dagingnya empuk, lembut dan juicy.
Satu lagi menu andalan Chicking Indonesia yaitu Chicking Rice, nasi kuning khusus terbuat dari beras Arab atau beras Basmati yang dimasak dengan rempah-rempah khusus dan menggunakan minyak zaitun. Walaupun aroma rempahnya kuat namun sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Menurut saya sih cukup bisa diterima karena tidak jauh berbeda dengan cita rasa Indonesia.
Chicking Rice (Dok:penulis)

Selain ketiga menu andalan tersebut Chicking Indonesia di Mall@Bassura ini punya menu lain, antara lain Tandori Burger. Tidak afdol ya klo restoran fast food tanpa menu burger. Tapi ini burger lain dari yang lain lho. Dibuat dari daging yang bertekstur juicy, pedas namun renyah yang dilapisi roti burger dengan taburan bubuk tandori agar cita rasa khas India ada. Ditambah segarnya selada, tomat dan mayonaise juga wijen.
Tandori Burger (Dok:penulis)

Ada burger, tidak ketinggalan ada juga Royal Wrap, semacam kebab yang berisi dua strip ayam yang menggoda dibalut selada segar, tomat potong dadu dan guyuran mayonaise dibungkus dengan tortila panggang. Hhmm enaknya dimakan saat terhidang panas, harum dari tortilanya begitu menggoda.
Royal Wrap (Dok:penulis)

Satu menu yang pasti ada di setiap restoran cepat saji adalah french fries. Di Chicking Indonesia juga ada lho..tapi jangan salah. French fries di sini beda dengan di restoran cepat saji pada umumnya, namanya Tandoori Fries. Kentang goreng yang renyah di luar namun lembut di bagian dalam. Sempurna di tiap potongan yang dilapisi dengan bubuk tandoori. Sensasinya beda hanya ada di Chicking Indonesia.
Tandoori Fries (Dok:penulis)

Karena Chicking Indonesia adalah restoran cepat saji yang juga family oriented, mereka juga menyajikan pilihan menu nugget ayam untuk anak-anak. Namanya Chick Pops, daging ayam yang dipotong dengan ukuran yang pas dengan cita rasa bumbu rempah, lembut dan gurih. Tersedia dalam dua varian original dan pedas, namun keduanya sama enaknya.
Chick Pops dengan dua varian rasa original dan pedas (Dok:penulis)

Selain menu-menu makanan tadi, tentu ada juga donk menu minumannya. Kalo pertama datang tadi saya ditawarkan kopi dan teh Arab dengan aroma kapulaga. Maka ada nih minuman Dubai Breeze ala Chicking Indonesia. Dubai Breeze adalah sejenis mocktail khas Dubai yang segar dan eksotik dengan paduan daun mint dan lemon. Sensasinya menyegarkan, tersedia dalam dua varian Passion Fruit dan Green Apple.
Dubai Breeze varian Passion Fruit (Dok:penulis)

Nah… untuk teman-teman yang penasaran dengan aneka menu di Chicking Indonesia Mall@Bassura ini, buruan deh kesana. Mereka punya tempat yang enak kok tuk nongkrong, untuk harga juga relatif bersaing dan terjangkau. Yuuk jadikan Chicking Ayam Top dari Dubai, ItMy Choice!

Oiya, kalo mau kepoin media sosialnya dulu juga boleh kok..dijamin makin kepengen deh untuk segera nyobainnya.
Facebook : ChickingIndonesia
Instagram : @chicking.indonesia
Website : www.chickingglobal.com
HQ’17 read more

Registrasi SimCard, Perlukah?Amankah?

Beberapa hari ini masyarakat dihebohkan dengan berita tentang registrasi ulang kartu operator telepon selular (simcard). Banyak yang termakan berita-berita hoax bahwa registrasi ulang dengan menggunakan nomer KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga) itu adalah akal-akalan pemerintah. Masyarakat khawatir data yang mereka kirimkan itu nantinya disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sayapun jujur saja tadinya juga merasa ragu, kenapa harus dilakukan registrasi ulang lagi? Dan kenapa juga harus mencantumkan nomer KK?
Untuk menjawab keragu-raguan saya tersebut, pada Selasa (7/11) kemarin, saya memenuhi undangan dari Forum Merdeka Barat 9 di acara diskusi terkait registrasi ulang simcard tersebut. Acara diskusi yang diselenggarakan bekerjasama dengan Kementrian Informasi Republik Indonesia ini bertempat di ruang Ruslan Abdul Gani gedung Kemenkominfo, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Menghadirkan narasumber antara lain Ahmad M Ramli selaku Direktur Jenderal PPI Kemekominfo, Zudan Arif Fakhrulloh selaku Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, I Ketut Prihadi Kresna selaku Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, dan Merza Fachys selaku Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia.
20171107_1408422076748565.jpg
Mengambil tema “Kontroversi Registrasi Simcard (Nyaman, Aman, dan Menguntungkan Siapa?)”, diskusi dibuka oleh Ibu Niken Widiastuti selaku Direktur Jenderal IKP yang merasa perlu mengadakan diskusi ini agar masyarakat lebih teredukasi melalui kami, para blogger, netizen dan media yang hadir. Karena menurut pak Ahmad M Ramli, mulai dari diberlakukannya registrasi ulang hingga per tanggal 7 November pukul 12.30 telah tercatat 46.555.940 pelanggan melakukan registrasi. Hal ini tentu saja menggembirakan dan optimis bahwa masih akan ada lagi yang akan menyusul melakukan registrasi ulang dan akan memenuhi target yang ditetapkan sampai hari terakhir di 28 Februari 2018 nanti.
20171107_1350242076748565.jpg
Proses registrasinya pun juga sederhana, hanya mengirimkan data berupa nomer KTP dan nomer KK melalui SMS ke 4444 dan gratis, setelah berhasil akan mendapatkan balasan konfirmasi dari operator nomer simcard kita. Menjadi pertanyaan adalah apakah data yang dikirimkan itu akan aman? Apakah tidak akan disalahgunakan? Dalam hal ini Kominfo mengeluarkan peraturan yang menetapkan bahwa setiap data yang masuk akan dijamin oleh operator selular. Jadi tidak akan data tersebut menyebar ke pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
img_20171108_143655-982995917.jpg
Sebenarnya perlu ga sih registrasi ulang simcard itu? Toh waktu awal membeli simcard kita kan pasti sudah diminta untuk registrasi. Kalau dahulu mungkin masih banyak orang yang melakukan registrasi dengan data yang benar dan valid. Namun berjalannya waktu dan makin berkembangnya pertumbuhan jasa operator selular, dan juga mudahnya membeli simcard seperti kita membeli pisang goreng di warung-warung, maka semakin banyak juga orang yang melakukan registrasi dengan data yang tidak benar. Hal inilah yang menjadi concern Kominfo mengapa registrasi ulang harus dilakukan. Karena registrasi kartu selular prabayar itu akan mendukung ekonomi digital yang aman, juga memberi kepastian keamanan bagi masyarakat dan mendukung transaksi online.
Lalu bagaimana dengan kartu yang tidak diregistrasi sampai batas waktu yang ditentukan? Tentu saja akan ada sanksinya, namun dilakukan secara bertahap. Pertama akan dilakukan pemblokiran telepon keluar, jadi si pemilik kartu masih dapat menggunakan kartunya namun hanya sebatas menerima telepon atau sms dari luar. 10 hari kemudian setelah adanya warning tersebut masih tidak melakukan registrasi, maka akan ditingkatkan menjadi pemblokiran telepon keluar dan telepon masuk, namun kartu tetap masih aktif dan dapat dilakukan top up atau pengisian ulang. Apabila di warning kedua tersebut masih tidak melakukan registrasi ulang, maka bersiap-siaplah anda untuk say good bye pada simcard anda tersebut. It means..yah you knowlah kartu selular kita akan terblokir permanen.
Jadi apapun berita-berita diluaran sudah seharusnya janganlah dipercaya karena berita itu hoax semata. Data yang masuk di operator selular itu dijamin keamanannya dan operator tidak menarik data dari pelanggan melainkan hanya memvalidasi data yang ada. Jumlah pengguna simcard yang hampir 350juta itu tentu harus didata untuk kedepannya lebih terorganisir sehingga apabila ada kejadian mama minta pulsa atau sms undian berhadiah bisa cepat terlacak keberadaan si pemilik simcard tersebut. Sebenarnya registrasi ulang itu justru membantu masyarakat untuk patuh dalam pendokumenan kependudukan.
img_20171108_1442132076748565.jpg
 
HQ’17 read more

Pemuda dan Koperasi di Era Milenials

Koperasi… apa sih yang ada di pikiran kita apabila mendengar kata koperasi? Berhubungan dengan keuangankah, toko bersamakah atau tempat simpan pinjam? Akhir-akhir ini persepsi masyarakat terutama generasi muda Indonesia terhadap koperasi kurang baik, bahkan banyak yang tidak mengerti tentang keberadaan dan manfaat untuk melakukan kegiatan bersama koperasi. Untuk sebagian generasi muda, koperasi yang mereka tahu mungkin sebatas pada koperasi mahasiswa di kampus atau koperasi sekolah.
Padahal ada banyak lho jenis-jenis koperasi di Indonesia, namun sayangnya belum banyak orang yang mengerti tentang keberadaan koperasi sekerang ini. Pola pikir masyarakat masih terpaku pada koperasi yang lama. Padahal di era digital, generasi milenial sekarang ini koperasi bisa kok bersaing dan menjanjikan prospek yang menguntungkan untuk masyarakat, terlebih lagi untuk generasi muda.
Pada Jumat (27/10) lalu, saya menghadiri diskusi “Cooperative Talk: Pemuda dan Rebranding Koperasi di Era Milenial” yang digagas oleh Kementrian Koperasi dan UKM. Hadir pada diskusi hari itu yaitu bapak Ir.Meliadi Sembiring,M.Sc, Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop UKM, bapak Pendi Yusuf M Effendi, Ketua Umum KOPINDO, bapak Bagio Sudarsono, Sekretaris Deputi Kelembagaan Kesekretariatan Kemenkop UKM dan bapak Suroto HC, praktisi koperasi. Diskusi hari itu banyak membicarakan masalah rebranding koperasi.

20171027_1342352076748565.jpg
Pendi Yusuf M Effendi selaku Ketua Umum KOPINDO, Bagio Sudarsono selaku Sekretaris Deputi Kelembagaan Kesekretariatan Kemenkop UKM, Ir.Meliadi Sembiring,M.Sc selaku Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop UKM, dan Suroto HC, praktisi koperasi.

Koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia sudah seharusnya menjadi brand perekonomian Indonesia. Apalagi PBB pun pada 26 Desember 2012 telah menetapkan koperasi sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Perkembangan koperasi di masa sekarang harus sejalan dengan perkembangan jaman. Apalagi teknologi digital juga merambah di setiap lini. Sudah seharusnya koperasi melalukan rebranding agar dapat sejalan dengan perkembangan jaman dan terutama dengan generasi muda yang menjadi penerus.
Seperti yang kita ketahui rebranding adalah proses upaya yang dilakukan untuk merubah total atau memperbarui sebuah brand image yang telah ada agar menjadi lebih baik, dengan tidak mengabaikan tujuan awal pembentukan koperasi yaitu pada pelayanan dan profit. Ada beberapa alasan mengapa koperasi harus melakukan rebranding, antara lain: read more

Forum Pangan Asia Pasifik, Inovasi Pangan Yang Berkelanjutan

Membahas masalah pangan di Indonesia sebenarnya negara kita merupakan negara yang dikaruniai Tuhan dengan kesuburan tanahnya. Berbagai tanaman dapat tumbuh sesuai dengan kondisi tanah di masing-masing daerah di Indonesia. Oleh sebab itu sumber daya pangan di Indonesia sangatlah beraneka ragam. Namun mengapa Indonesia masih mengalami kekurangan nutrisi dan gizi buruk?
Pada temu blogger, Kamis (26/10) lalu saya bersama rekan blogger lainnya hadir di Kementrian Kesehatan untuk mendengarkan penjelasan tentang Forum Pangan Asia Pasifik (Asia Pacific Food Forum – APFF)  yang akan diselenggarakan pertama kali di Jakarta, Indonesia pada 30-31 Oktober 2017 di hotel Shangri La. Forum regional Asia Pasifik ini merupakan forum internasional yang mempertemukan semua stakeholders di bidang kesehatan, lingkungan hidup dan sistem pangan seperti pemerintah, akademisi/ilmuwan, NGO’s, politisi, pelaku bisnis yang berasal dari berbagai negara (500 negara).
img_20171106_1151562076748565.jpg
Adalah menjadi tugas pemerintah dan aparat terkait untuk membawa pesan pada forum ini agar Indonesia dapat nemecahkan permasalahan kekurangan nutrisi dan gizi buruk. Karena forum APFF ini menawarkan optimisme masa depan yang lebih bagi penghuni bumi ini. Dan Indonesia memberanikan diri untuk menjadi tuan rumah forum APFF untuk dapat menyebarkan key message permasalahan di Indonesia mengenai pangan dan nutrisi.
Temu blogger itu dihadiri oleh Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kemenkes, bapak Acep Somantri, SIP,MBA, SKM Bidang Peningkatan Kemitraan dan SDGs Kemenkes, ibu Diah Satyani Saminarsih,M.Sc, SKM Bidang Peningkatan Pelayanan Kemenkes, bapak Prof.DR.dr.Akmal Taher,Sp.U(K), serta Founder dan CEO Javara, ibu Helianti Hilman juga perwakilan dari EAT Organization.

20171026_1316212076748565.jpg
CEO Javara, ibu Helianti Hilman,SKM Bidang Peningkatan Pelayanan Kemenkes, bapak Prof.DR.dr.Akmal Taher,Sp.U(K), Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kemenkes, bapak Acep Somantri, SIP,MBA, SKM Bidang Peningkatan Kemitraan dan SDGs Kemenkes, ibu Diah Satyani Saminarsih,M.Sc (Dok:penulis)

Bentuk kegiatan APFF itu sendiri yaitu berupa pidato kunci, EAT TAlks, diskusi panel, competence forum dan lokakarya. Forum yang telah diselenggrakan sebanyak empat kali ini yang bertempat di Stockholk, Swedia dan Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia pertama yang menjadi tuan rumah berikutnya. Forum APFF ini bertujuan untuk mempercepat aksi, mendukung kolaborasi ilmiah, memfasilitasi persebaran informasi terkait praktik baik yang sudah dilaksanakan maupun pemecahan tantangan krusial sekarang ini mengenai pangan dan nutrisi.
Adapun Key Message yang ingin disampaikan Indonesia di forum APFF ini yaitu: read more

Launching Buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2017

Koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia

Mendengar kata koperasi, apa sih yang ada dibenak teman-teman? Tempat kalo kita membeli pensil atau penghapus waktu sekolah dulu? Tempat simpan pinjam di desa? Banyak orang yang masih berpandangan bahwa koperasi itu hanya sekedar tempat untuk kita dapat mengajukan pinjaman untuk anggotanya. Ada beraneka macam koperasi, misalnya saja koperasi sekolah, koperasi desa, koperasi mahasiswa, koperasi simpan pinjam, dan lain sebagainya.
Sebenarnya apa ya Koperasi itu? Koperasi adalah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan orang seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan pada prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi di Indonesia sekarang ini tumbuh pesat sejalan dengan perkembangan teknologi. Bahkan sudah banyak kok koperasi yang membangun jaringan usahanya berbasis digital dan melakukan transaksi online layaknya perbankan.

20171030_1328351817386679.jpg
Bapak Wahyu, Bapak Meliadi Sembiring, Bapak Irsyad Muchtar dan Dedy ‘Miing’ Gumelar (Dok:penulis)

Sehubungan dengan perkembangan koperasi tersebut pada Senin (31/10) lalu, saya berkesempatan menghadiri acara peluncuran Buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2017. Bertempat di auditorium Kementrian Koperasi UKM, Jakarta acara peluncuran buku ini dihadiri langsung oleh Bapak AAGN Puspayoga selaku Mentri Koperasi UKM Indonesia. Buku 100 Koperasi Besar 2017 ini ditulis oleh Bapak Irsyad Muchtar, selaku Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Majalah PELUANG yang juga berkarir sebagai penulis.
Seperti yang kita ketahui Majalah PELUANG merupakan salah satu media yang masih konsisten dan bertahan di era digital sekarang ini. Dimana banyak sekali media-media lain yang mulai kolaps, namun Majalah PELUANG tetap berkibar dan bahkan juga merambah dunia digital. Hal inilah yang membuat bapak Irsyad sebagai Redaktur Majalah PELUANG dan juga pengamat perkoperasian ini tergerak untuk menulis buku tentang koperasi di Indonesia.
20171027_1302111817386679.jpg
Bapak Irsyad Muchtar dan Ibu Yuni Hegarwati (Dok:penulis)

Selain acara peluncuran buku juga dilakukan penyerahan piagam serta trofi kepada sejumlah koperasi besar yang kinerjanya menonjol. Ke 13 koperasi yang mendapat penghargaan sebagai pengelola Aset Terbesar, Volume Usaha Terbesar, CSR Terbaik dan IT Terbaik adalah: read more