Ngidam, Nikmati Serunya Yuuk

Ngidam untuk sebagian ibu hamil mungkin dirasa aneh atau ada yang malah biasa aja. Gak berbeda dengan pengalaman saya sewaktu hamil dulu. Oiya, saya sudah mengalami 3 kali kehamilan dan Alhamdulillah ketiga anak saya lahir dengan sehat dan selamat. 

Dari ketiga kehamilan saya itu, saya alami ngidam yang berbeda. Menurut Dr.Med.dr.Damar PrasmusintoSpOG (K) ngidam itu hal yang wajar kok untuk ibu hamil, karena dipicu oleh meningkatnya Peptida Opiod Endogen (POE). Tapi sebaiknya harus dicermati asupan nutrisi yang masuk agar janin tidak kekurangan gizi dan terbentuk dengan baik, jadi jangan asal menuruti keinginan ngidam. 

Dr.Med.dr.Damar Prasmusinto, Sp.OG(K)

Kebiasaan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi Bunda dan si Kecil dapat menimbulkan resiko negatif pada saat melahirkan, seperti kelahiran prematur atau berat badan kurang. Hal itu pernah lho saya alami sewaktu hamil anak kedua. Selama trimester pertama sampai trimester ketiga saya mengalami mual muntah yang tidak berkesudahan. Duuh rasanya apa yang saya makan itu gak enak dan kalaupun masuk, gak lama pasti keluar lagi.

Hal itu sempat membuat saya khawatir, apakah janin saya ini akan terpenuhi nutrisinya. Apalagi di trimester terakhir saya sempat mengalami pendarahan dan diharuskan bedrest selama seminggu di rumah sakit. Duuh semakin gak karuan deh rasanya, ditambah lagi dokter yang menangani saya mengatakan bahwa janin saya belum cukup berat badannya untuk lahir. Jadi selama 2 bulan sebelum lahir, saya diharuskan mendapat asupan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mendongkrak berat badan janin. 
Alhamdulillah di usia 9 bulan kehamilan dokter mengatakan bahwa saya dan janin mengalami kemajuan yang memuaskan dan janin siap untuk dilahirkan. Ternyata pengaruh sekali ya ngidam dan perubahan emosi ibu hamil ke janin yang di kandung.
Christina Natalia, Marketing Manager Nutricia Sarihusada

Sehubungan dengan ngidam tersebut, Nutricia Sarihusada akan menyelenggarakan “Festival Ngidam SGM Bunda” pada tanggal 2-3 September 2017 di Sumarecon Mall Bekasi. Seperti yang dijelaskan ibu Christina Natalia selaku Marketing Manager Nutricia Sarihusada pada acara media gathering Festival Ngidam SGM Bunda di resto Kembang Goela, 24 Agustus 2017 lalu, bahwa pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan sangat penting agar tumbuh kembang si kecil di kandungan menjadi optimal. 
Selain menerapkan pola makan seimbang, Festival Ngidam SGM Bunda menghadirkan rangkaian aktifitas edukasi nutrisi yang lengkap dan menyenangkan. Karena pada dasarnya ibu hamil itu tidak hanya mengalami kendala dikarenakan ngidamnya itu tapi juga mengalami perubahan emosi dan psikologis.

Rasa cemas dan khawatir seperti yang saya alami itu ternyata dipicu juga oleh baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal berupa rasa keinginan akan sesuatu yang bisa saja bunda dapatkan, misalkan ingin makanan yang asam-asam seperti rujak. Dan ngidamnya ibu hamil itu beda-beda lho. Bahkan justru ada yang mengalami ngidam itu sang ayah, karena adanya hubungan psikologis.
Tara de Thouars, BA, M.Psi

Momen ngidam ini sebaiknya dimanfaatkan bunda untuk mengontrol emosi, dengan mengatakan apa yang dirasakan kepada pasangan. Sang ayahpun sebaiknya memberikan perhatian dan siap memberikan dukungan agar bunda menjalani kehamilan dengan rileks dan menyenangkan. Rasa nyaman bunda juga dirasakan oleh si kecil di kandungan lho, sehingga pertumbuhan sikecil bisa optimal, demikian penjelasan Tara de Thouars, BA, M.Psi seorang pakar psikolog keluarga.

Dalam rangkaian kegiatan Festival Ngidam SGM Bunda nanti, bunda diajak untuk mengikuti aneka acara seperti konsultasi seputar kehamilan dan nutrisi, talkshow perencanaan keuangan, juga kelas senam hamil, edukasi laktasi bahkan ada demo masak juga bersama Master Chef Indonesia, lengkap deh.
Rangkaian kegiatannya antara lain ada Ngidam Jajan yang menghadirkan sajian kuliner lezat dan bergizi. Juga ada Ngidam Dimanja dengan fasilitas perawatan kecantikan, relaksasi hingga terapi. Yang ditunggu-tunggu di setiap acara nih yaitu Ngidam Eksis seperti photo booth dan fashion show ibu hamil, seru ya. Tapi gak cuma itu lho, masih ada lagi yaitu Ngidam Ketemu Artis. Nah di tanggal 2-3 September nanti siapa ya kira-kira artisnya yang ada di Festival Ngidam SGM Bunda nanti? Daripada penasaran yuuk kita kunjungi sama-sama dan ikuti rangkaian acaranya.

HQ’17 read more

Merantau, Satu Hal Yang Dulu Mustahil Saya Lakukan

Dari kecil saya tuh orangnya gampang banget mabokan. Bukan mabok dalam konteks minum-minuman keras ya, tapi mabok yang gak kuat bila berada lama-lama melakukan perjalanan dengan mobil atau bus. Gak usahlah sampai setengah hari perjalanan, terkadang baru beberapa jam aja udah gak kuat. Langsung deh, dari yang mulai tangan berkeringat dingin, kepala pusing dan perut berasa mual. Gak terhitung deh yang namanya muntah selama perjalanan.
Makanya walaupun keinginan bepergian besar, tapi kalo ingat betapa tersiksanya selama perjalanan itu bisa bikin jadi drop, bete. Mabokan itu saya alami sampai saya Sekolah Menengah Atas (SMA), walau kadarnya sedikit berkurang. Selama mabokan itu saya jarang ikut bepergian ke tempat-tempat yang harus menempuh perjalanan jauh.
Tetapi, memasuki masa akhir SMA saya sudah mulai sedikit-sedikit bepergian. Gak enak juga ya kalau teman ngajak pergi di akhir pekan saya sering menolak karena takut ketauan kalo saya ternyata mabokan. Dan saya juga gak mau merepotkan teman selama di perjalanan. 
Alhamdulillah, masa SMA merupakan masa yang indah yang saya lewati bersama teman dan juga guru. Banyak kegiatan yang saya dan teman-teman lakukan di sela-sela waktu sekolah. Kebetulan jurusan yang saya ambil waktu SMA adalah jurusan A4 (Bahasa), kalo sekarang gak ada ya. Berbagai ekstra kurikuler saya ambil, salah duanya Palang Merah Remaja (PMR) dan grup paduan suara sekolah, masih disambi juga sesekali ikut mengisi forum majalah dinding (mading) sekolah.
Menjelang akhir semester di kelas 3, banyak waktu luang tersisa. Sementara adik kelas menyiapkan diri untuk ujian kenaikan kelas, sedang saya dan teman-teman menyiapkan diri untuk mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Sering kami berdiskusi tentang perguruan tinggi mana yang akan kami pilih nanti. Disitulah sering saya dicandai teman-teman kalo saya akan tetap di Jakarta, nemenin tugu Monas biar gak ilang emasnya hahaha. Karena beberapa teman memilih untuk kuliah di luar Jakarta.
Saya sempat hanya tertawa saja membalas canda mereka. Lah naik bis ke kota aja yang dekat saya mabok, gimana kalo kuliah di luar kota yang harus menempuh perjalanan jauh dan jauh juga dari orang tua. Bisa dibilang saya termasuk dekat dengan ibu bapak saya dan tidak pernah berjauhan dengan mereka. Mungkin karena saya berasal dari keluarga besar yang terbiasa selalu berkumpul.
Tapi, sempat juga teringat omongan teman-teman ketika kami membahas hendak kuliah dimana. Ada yang hendak kuliah di Bogor, Bandung, Padang bahkan yang terjauh Makassar. Duuh..kok kayaknya asyik ya, kuliah dan tinggal di kota lain dimana kita sebagai pendatangnya istilahnya kita merantau.

Satu kota yang langsung terbersit di pikiran saya yaitu Yogyakarta. Entah kenapa dari kecil saya suka mendengarkan irama langgam gamelan Jawa, rasanya menenangkan. Dan saya juga suka istana, keraton, bahkan sering menghayal jadi putri keraton hehehe. Kebetulan memang saya terlahir dari kedua orang tua yang berasal dari kota di Jawa Tengah, yaitu Kebumen untuk kampung halaman ibu saya dan Kudus untuk Bapak saya.
Yang saya tahu ketika akhirnya memutuskan untuk memilih Yogya sebagai kota tempat saya kuliah yaitu bahwa Yogya itu kota pelajar. Pasti banyaklah pelajar-pelajar dari berbagai kota disana. Selain itu, jarak Yogya dari Jakarta juga walaupun jauh tapi masih satu pulau dengan Jakarta dan dengan kota kampung halaman kedua orang tua saya. Jadi menurut hemat saya, ya saya bisa sekalian silahturahmi ke saudara-saudara dari ibu bapak saya itu.
Ada sih rasa takut, bagaimana ya kalau seandainya saya gak betah ketika sudah berada di Yogya dan tiba-tiba homesick, kangen dengan ibu bapak, masakan ibu, cerita ibu, adik kakak. Tapi rupanya keinginan saya untuk mencoba tinggal disana semakin kuat. Apalagi biaya hidup dan biaya kuliah di Yogya lebih murah di banding Jakarta. 
Jujur, kami bukan dari keluarga berada tapi orang tua saya sangat menekankan sekali akan pendidikan, tidak peduli laki-laki atau perempuan akan mendapatkan hak yang sama soal pendidikan. Saya pun berpikir, saya ingin sekali kuliah tapi saya juga gak mau jadi memberatkan orang tua apabila biaya kuliah mahal. Oleh sebab itu pilihan saya jatuh pada perguruan tinggi negeri yang notabene biayanya tidak semahal swasta. Konsekuensinya adalah saya harus belajar benar-benar agar dapat lolos masuk ke perguruan tinggi negeri seperti yang saya inginkan. 
Ketika pengisian formulir UMPTN, saya sudah diskusikan sebelumnya dengan kakak laki-laki saya yang kebetulan sudah kuliah di salah satu PTN di Jakarta. Dia sih nyaranin saya untuk memilih PTN yang sama. Tapi saya punya pilihan sendiri, Bismillah saya memilih Yogya sebagai pilihan pertama, Jakarta sebagai pilihan kedua dan Makassar sebagai pilihan ketiga. Makassar?hahaha bukannya lebih jauh ya dari Yogya..Entah ya waktu itu saya pilih karena keromantisan sesaat. Jadi ceritanya orang terdekat saya waktu itu berasal dari kota Makassar, jadi saya berpikiran kalo saya beruntung diterima di PTN di Makassar saya masih bisa dekat dengan dia..hehehe. 

Qadarullah..Allah mengabulkan keinginan saya. Saat pengumuman UMPTN keluarlah nama saya berikut nomer peserta dan PTN yang saya tuju. Alhamdulillah..antara senang tapi juga bingung. Senang karena diterima tapi juga bingung harus jauh dari orang tua, harus mulai mandiri dan melakukan perjalanan jauh. Waah…nano-nano deh rasanya.
Respon orang tua sih ikut senang ya, walau awalnya ibu merasa ragu melepas saya. Wajar ya..saya yang kalo bepergian deket aja mabokan eh kok ini malah mau pergi jauh, lain kota pula. Tapi Alhamdulillah, pada akhirnyapun ibu ikut mendukung. 
Perjalanan itupun akhirnya saya jalani. Persiapan untuk memulai kehidupan baru di Yogya hanya 2 hari sejak pengumuman. Bergegas kakakpun memesan tiket kereta untuk ke Yogya. Mungkin saking excitednya, sepertinya tubuh sayapun mengerti dan mendukung. Selama perjalanan perasaan bercampur aduk, antara senang, gugup, meledak-ledak saking gak sabarnya ingin segera tiba di Yogya kota impian saya.
Perjalanan jauh yang saya kuatirkan selama ini tidak terjadi. Sepanjang perjalanan gak ada tuh kepala pusing, keringet dingin atau perut mual. Hal itu sempat membuat saya heran, tapi saya nikmati saja. Berawal dari perjalanan ke Yogya itulah yang akhirnya membuat saya jadi semakin berani untuk melakukan perjalanan-perjalanan berikutnya.
8 tahun saya menetap di Yogya, dan selama itu disela-sela kesibukan kuliah, juga mulai bekerja sayapun mulai melakukan perjalanan ke berbagai kota di sekitar Yogya. Bahkan perjalanan antar pulaupun juga saya lakukan. Patut saya syukuri selama perjalanan dan berkendara yang namanya mabokan itu jarang banget terjadi. Bahkan setelah Yogya pun saya masih berkesempatan untuk menetap di Bali selama 2 tahun. Ternyata kemustahilan yang saya kira tidak bisa saya lakukan itu bisa saya dobrak.
Seperti kemustahilan yang berhasil didobrak teman-teman saya di Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB) yaitu mak Nurul Rahma, Maria Soraya, Yurmawita Adismal, Kania Ningsih dan mak Ike Yuliastuti. Kami berkolaborasi dalam grup KEB Blog Collaborating Rina Soemarno yang mendobrak kemustahilan yang ada di diri kita. Semoga dengan tulisan saya dan teman-teman ini dapat menginspirasi teman-teman lain. Enjoy my writing, maks.
HQ’17 read more

Tips Cepat Membuat Content Marketing

Membuat content untuk blog itu gampang-gampang susah ya. Gampang kalo lagi pas dapat ide bagus dan mood juga lagi oke. Tapi..jadi susah kalo ide lagi entah dimana plus pas lagi moody (itu mah saya ya..hehehe), walaupun ga berlaku tuk semua orang sih. Sebenarnya ada kok tips-tips berkaitan dengan membuat content di blog terutama content marketing supaya blog kita itu rame dan pembaca jadi ga sabar untuk menunggu “what’s next” dari blog kita itu.
Workshop blogging kali ini, diadakan di salah satu restoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan (27/08/2017) yang merupakan kolaborasi Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) dengan CNI Indonesia. Dibuka oleh Bapak Gusti Alenda selaku Marketing Manager CNI Indonesia yang mengatakan bahwa suatu kehormatan untuk CNI Indonesia dapat berbagi ilmu dengan rekan-rekan blogger, terutama kolaborasinya dengan ISB yang sudah kesekian kalinya itu.
CNI Indonesia adalah perusahaan asli Indonesia yang sudah berdiri sejak 30 tahun yang lalu dan sudah terdaftar di Asosiasi Pengusaha Penjualan Langsung Indonesia (APPLI). Tadinya saya kira CNI itu produk luar lho..ternyata asli Indonesia dan didirikan di Bandung, Jawa Barat.

Bpk Gusti Alenda, mas Niko Riansyah dan mbk Ani Berta

Dilanjutkan oleh sambutan mbak Ani Berta, selaku founder ISB yang berharap agar kita dapat menyerap sebanyak-banyaknya ilmu yang diberikan dan menerapkannya baik oleh pihak CNI Indonesia dan juga oleh mbak Haya Aliya Zaki nanti. Oiya, khusus mengenai tips dari mbak Haya, saya tulis terpisah di artikel berikutnya.
Adalah mas Niko Riansyah, Digital Marketing Specialist CNI Indonesia yang kali ini memberikan Tips Cepat dalam Membuat Content Marketing. Paparan mas Niko itu saya rangkum menjadi sebagai berikut: read more

Tips Haya Aliya Zaki Menang Lomba Blog

“Yaah dia lagi, dia lagi yang menang. Dia deket sih ma juri dan panitianya tuh, saya mah apa sih cuma blogger baru”. Pernah donk ya kita dengar ucapan begitu saat mendengar pengumuman suatu lomba blog atau kita sendiri yang pernah ngucapinnya? Itu yang negatifnya, jangan lah ya.. Justru sebaiknya kita harus berpikiran positif dan semakin termotivasi . Kalo kata mbak Haya kejar tuh, yang menang lomba blog itu tulisannya seperti apa. Siapa tau kita malah jadi dapat ilmu dari tulisannya itu.

Untuk dapat memenangkan suatu lomba blog ternyata ada kiat-kiatnya lho. Kali ini bersama CNI Indonesia dan Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB), saya berkesempatan mengikuti workshop dengan tema “How to Win Blogging Contest” pada 27 Agustus 2017 lalu. 
Seringkali saya merasa pesimis kalo mau ikut lomba blog, entah karena penyelenggaranya ataupun karena pesertanya yang sudah senior. Duuh, padahal setiap blogger pantas mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba blog ya. Selain mengasah kemampuan menulis juga mendapatkan pengalaman dari lomba itu sendiri juga pastinya tergiur hadiahnya ya.
Workshop blogging kali ini, diadakan di salah satu restoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Berkolaborasi antara CNI Indonesia dan ISB, menghadirkan mbak Haya Aliya Zaki sebagai narasumbernya. Seorang momblogger, content writer juga pemenang berbagai lomba blog dan juri di berbagai lomba penulisan. Jam terbangnya udah tinggi banget deh.

Haya Aliya Zaki,momblogger, content writer.

Mbak Haya pertama kali ikut lomba blog itu karena ajakan mbak Ani Berta, founder ISB. Beliau pikir masa’ sih lomba blog aja hadiahnya kece-kece banget, ada gadget, uang berjut-jut, jalan-jalan yang rasanya ga mungkin. Mbak Haya pun mulai lah ikut lomba blog. Jatuh bangun saat ikut lomba blog pun pernah mbah Haya rasakan.
Pada suatu lomba pernah ada peserta yang tulisannya itu copy paste dari tulisan mbak Haya dan dia menang. Duuhh..kayak apa ya kecewanya, sayangnya waktu itu mbak Haya ga berani ngomong apa-apa hingga beberapa lama ke penyelenggara. Namun akhirnya mbak Haya ngomong ke penyelenggara bahwa si pemenang sudah meng-copy paste dari tulisannya berikut bukti-buktinya. Kejadian itu menjadi pelajaran tersendiri untuk mbak Haya.
Namun dari itu semua sudah banyak pencapaian yang mbak Haya dapatkan. Salah satunya yaitu memenangkan lomba blog yang hadiahnya berupa jalan-jalan ke Singapura. Semoga dengan sharing tips ini menjadi motivasi dan penyemangat saya juga teman-teman untuk mengikuti ajang lomba blog dan membuat konten artikel yang menarik.
Nah..untuk itulah mbak Haya berbagi ilmu bagaimana sih cara kita memenangkan suatu lomba blog dengan jujur dan berkualitas, bukan hasil copy paste karya orang lain. Poin-poin tips dari mbak Haya, saya rangkum sebagai berikut: read more

"An Inconvenient Sequel: Truth to Power" Ajakan Al Gore Untuk Memikirkan Perubahan Iklim Dunia

Isu perubahan iklim global dan dampaknya belakangan ini semakin gencar dihembuskan. Berbagai negara dengan alasannya masing-masing ada yang menanggapi positif dengan isu perubahan iklim global, tidak sedikit yang menanggapi negatif.
Momentum Kesepakatan Paris 2015 yang berhasil dibubuhkan untuk memerangi perubahan iklim sudah sepatutnya kita dukung. Karena isu perubahan iklim itu bukan hanya melibatkan satu negara tapi sudah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.
Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat menggagas film An Inconvenient Truth pada tahun 2006. Tahun 2017 ini beliau merilis kembali film dokumenter terbarunya yaitu “An Inconvenient Sequel: Truth to Power”. Adalah The Climate Reality Project Indonesia bekerjasama dengan Paramount Pictures mengadakan pemutaran perdana film tersebut di Epicentrum XXI, Jakarta pada 21 Agustus 2017.
The Climate Reality Project Indonesia yang didirikan tahun 2009 organisasi nirlaba dengan Amanda Katili Niode PhD sebagai Manager, yang merupakan bagian dari The Climate Reality Project yang didirikan tahun 2006 oleh Al Gore yang membantu warga di seluruh dunia menemukan kebenaran dan mengambil langkah penting untuk mewujudkan perubahan.
Al Gore dalam film An Inconvenient Sequel: The Truth to Power ini menceritakan perjuangannya berkeliling dunia melatih pejuang-pejuang iklim serta mempengaruhi kebijakan iklim internasional. Begitu banyak momen yang mengharukan juga yang menginspirasi saat beliau mengejar gagasan inspirasional bahwa walaupun berisiko tinggi, bahaya perubahan iklim dapat diatasi dengan akal dan semangat manusia. 
Kegigihan Al Gore di film yang pertama membuahkan hasil dengan adanya momentum Kesepakatan Paris 2015. Namun semua usaha itu masih harus diperjuangkan lagi seperti yang beliau ungkapkan di film keduanya. Kegigihan beliau berkeliling dunia melatih pejuang iklim serta mempengaruhi kebijakan iklim internasional.
Pemanasan global itu nyata adanya, begitu banyak peristiwa-peristiwa alam yang menandakan pada perubahan iklim itu sendiri.  Penyebab utamanya adalah manusia dan pengaruhnya sangat dahsyat jika tidak kita sikapi. Tanpa kita sadari krisis iklim itu isu yang harus diperhatikan saat ini dan masa mendatang.
Selain film An Inconvenient Sequel: The Truth to Power ini, Al Gore juga sekaligus meluncurkan buku dengan judul yang sama. Penelitian dari para ilmuwan terkemuka diseluruh dunia, juga pengalaman berdasarkan pengamatan pribadi didukung foto-foto yang mendokumentasikan pemanasan global tersebut.
Pemutaran film ini diharapkan dapat membuka mata hati dan kepedulian masyarakat juga akan pentingnya isu perubahan iklim ini. Dan sudah seharusnya kita menciptakan gebrakan seputar isu tersebut. Dunia bukan hanya punya segelintir orang atau negara, dan menjadi tugas umat manusialah untuk menjaga dan peduli akan keberlangsungannya, bukan dengan mengeksploitasinya. read more

Berikan Penanganan Tepat Agar Indonesia Merdeka Diare

Siapa sih yang anaknya ga pernah ngalamin diare? Pasti pernah ya, walau cuma sekali atau dua kali. Anak-anak saya pun begitu juga pernah ngalamin diare. Diare itu apa sih ya? Penyebabnya apa dan bagaimana pencegahan dan penanganannya?
Menurut data Riskesda 2013, menyebutkan bahwa 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2-6 kali dalam setahun. Waahh..ternyata hampir tidak ada anak yang tidak pernah kena diare ya. Dengan data tersebut, tentu dibutuhkan penanganan yang tepat ya, supaya tidak berdampak buruk bila dibiarkan berlarut-larut.

Aah.. Cuma diare aja, paling sebentar juga sembuh. Masih ada lho yang mengatakan seperti itu ketika si kecil mengalami diare. Sebaiknya jangan ya teman, karena diare yang tidak ditangani dengan tepat dapat berpengaruh ke tumbuh kembang anak lho, salah satunya berat badan anak.

Pada Selasa, 22 Agustus 2017 lalu, saya berkesempatan hadir pada Kampanye Edukasi #IndonesiaMerdekaDiare yang diadakan oleh Nutricia Sarihusada di Kembang Goela Resto, Jakarta. Dihadiri oleh ibu Nabhila Chairunnisa, Brand Manager Digestive CareSariHusada, ibu Dr.Ariani Dewi Widodo, .A, ibu Maria Melisa, Head of Brand SGM Bunda dan Cindy Charlota, public figure mom.
Diare itu sebenarnya salah satu penyakit umum yang diderita anak, yaitu kondisi dimana penderita mengalami BAB (Buang Air Besar) lebih dari dua atau tiga kali dalam 24 jam dengan kondisi feses yang lembek atau cair. Penyebab umumnya adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit.  Tapi penyebab terbanyaknya adalah Rotavirus, dan sebagian anak yang mengalami diare karena Rotavirus juga mengalami intoleransi laktosa.
Intoleransi laktosa adalah keadaan saat diare terutama oleh Rotavirus, terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi beberapa enzim di jonjot usus yang berguna untuk proses pencernaan nutrisi, diantaranya enzim laktase, akan berkurang. Enzim laktase itu berguna untuk mencerna gula alami (laktosa) yang terdapat pada susu. Laktosa yang tidak tercerna itulah yang akhirnya tidak dapat diserap menyebabkan diare semakin berat, kembung dan feses (tinja) berbau asam.

Diare pada anak ga bisa dianggap sepele ya, karena diare termasuk penyebab kematian pada anak nomer 2 tertinggi di Indonesia (WHO 2012). Resiko lain dari diare juga dapat menyebabkan anak kekurangan gizi, anak juga beresiko lebih pendek ketika berusia 7 tahun dibandingkan teman seumurnya, bahkan anak yang sering terkena diare itu beresiko memiliki IQ lebih rendah.
Oleh sebab itu, orang tua terutama ibu harus lebih memperhatikan asupan nutrisi anak ketika diare agar tidak mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi. Ada 5 hal penting yang harus ibu lakukan ketika anak mengalami diare, yaitu: read more

Menapaki Betawi dalam Lukisan Sarnadi Adam

Karya seni di Indonesia sangat beragam, mulai dari seni musik, seni suara, seni tari, seni lukis, bahkan seni pertunjukan. Banyak sudah seniman-seniman kita yang telah melanglang buana dan terkenal dengan hasil karyanya. 
Sebut saja Bagong Kussudiardjo dengan seni tari dan pertunjukannya, Idris Sardi dengan seni biolanya, tak terhitung penyanyi kita yang juga terkenal misalnya Ruth Sahanaya, Raisa, KD, Titi DJ, dan masih banyak lagi. Begitu juga dengan seni lukis ada maestro pelukis Affandi yang karyanya disejajarkan dengan maestro pelukis kenamaan dunia lainnya.

Sarnadi Adam, pelukis Betawi yang juga dosen UNJ

Keanekaragaman suku di Indonesia juga menghasilkan banyak seniman yang berbakat dengan menampilkan ciri khas kedaerahannya. Adalah seniman asli Betawi yaitu Sarnadi Adam yang kali ini menggelar pameran hasil karyanya dari tanggal 20-25 Agustus 2017. 
Suatu kehormatan bagi saya dan rekan BloggerCrony dapat menghadiri acara peresmian pembukaan pameran karya beliau. Berkolaborasi antara Aston Marina Ancol dan Merpati Training Center dalam rangka memeriahkan hari kelahiran Indonesia ke 72, pameran lukisan Sarnadi Adam diselenggarakan di lobby hotel Aston Marina Ancol yang didukung juga oleh Women Radio.
Aston Marina Ancol adalah salah satu hotel naungan Archipelago International, yang beroperasi sejak 2008. Berlokasi di jantung Jakarta Utara yang berdekatan dengan pusat rekreasi air dan pantai, menjadi Aston Marina sebagai tempat yang nyaman seperti rumah sendiri. 
Dengan fasilitas lengkap dan service prima, Aston Marina Ancol menggandeng Merpati Training Center (MTC) dalam mendukung apresiasi seni anak bangsa. MTC yang diresmikan tahun 1995 oleh Mentri Perhubungan didirikan untuk memfasilitasi kebutuhan training internal tapi juga perusahaan penerbang lain. Seperti yang dikatakan bapak Alfandi Yuniar Luthfi selaku Direktur Utama Merpati bahwa MTC bangga jadi bagian perhelatan pameran lukisan Sarnadi Adam ini.
Sarnadi Adam, putra asli Betawi kelahiran Simprug, Kebayoran, Jakarta Selatan 27 Agustus 1956 ini menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Seni Rupa Indonesia dan Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Beliau merasa terharu sekaligus bangga bisa ikut mengharumkan nama Indonesia juga tanah kelahirannya ke kancah seni lukis dunia.
Bapak Sarnadi Adam dan Bapak Oesman Sapta Odang diantara pejabat undangan

Karena seperti yang dikatakan Bapak Oesman Sapta Odang, Ketua Dewan Perwakilan Daerah DKI Jakarta dalam sambutan peresmiannya, bahwa pemerintah dalam hal ini DPD DKI Jakarta mendukung seniman lokal untuk berkreasi dan berkarya. Tidak banyak pelukis Betawi di Indonesia dan sudah sepatutnya kita ikut merasa bangga dan mengapresiasi karya mereka.
Sudah banyak karya-karya Sarnadi Adam yang dipamerkan ke berbagai negara seperti Belanda, Jerman, Perancis, Swedia, Belgia, Luxemburg, New York, New Jersey dan Boston. Bahkan lukisan beliau banyak di koleksi di berbagai lembaga maiupun perseorangan, seperti di Dewan Kesenian Jakarta, Bentara Budaya, Museum Jakarta, Bank Indonesia, gubernur bahkan presiden.
Aktif melukis tidak menghalangi aktifitas beliau sebagai dosen di jurusan Seni Rupa, Universitas Jakarta. Beliau aktif dan konsisten menyelenggarakan dan mengikuti pameran yang bertujuan pengangkatan eksistensi diri dan bentuk pertanggungjawaban diri sebagai seniman.
Pameran lukisan Sarnadi Adam ini juga dimaksudkan untuk pelajaran bagi masyarakat terutama generasi muda. Tema yang dihadirkan tidak jauh dengan keseharian masyarakat Betawi pada jamannya. Sarnadi Adam sangat detail menembak sisi seni kehidupan masyarakat Betawi.
Warung dikampung Rawa Simprug

Kondangan


Menatap masa depan


Ada sekitar 26 lukisan dengan tema berbeda, mulai dari penari Betawi, perkampungan Betawi, kehidupan nelayan masyarakat Betawi juga tradisi Betawi seperti kondangan. Sisi religiuspun juga tidak lepas dari tangkapan beliau dengan menghadirkan lukisan Kabah yang saya interpretasikan sebagai wujud kerinduan dan keberserahan pelukis kepada Sang Pencipta.
Saya memang bukan pengamat seni profesional, tapi kebetulan juga saya suka melukis dan suka lukisan. Menjadi ketertarikan sendiri bagi saya akan lukisan beliau yang sebagian besar menampilkan sosok perempuan, terutama penari asli Betawi dengan kostumnya yang berwarna merah kuning.
Pameran lukisan beliau ini berlangsung hingga 25 Agustus 2017 mendatang. Untuk peminat dan penikmat seni lukis yuuk hadiri pameran ini. Semoga kedepannya akan lebih banyak lagi pelukis-pelukis yang dapat menyelengarakan pameran hasil karyanya.

HQ’17 read more

Oleh-oleh Kekinian, Lapis Bogor Talubi

Berkunjung ke kota Bogor, gak afdol ya kalo gak nyobain aneka kuliner disana. Ada berbagai macam kuliner yang pengennya sih dicobain semua..hehehe. Tapi kayaknya gak mungkin ya kalo berkunjungnya cuma sebentar.
Nah..beberapa hari lalu saya sempet main-main nih ke Bogor. Ga lama sih karena kebetulan ada suatu urusan. Sepanjang perjalanan, biasanya sih saya cek email atau buka akun sosmed. Ketika saya buka akun instagram saya, ada banyak tuh berseliweran foto-foto teman yang bertema kuliner. Duuhh..baru liat fotonya aja udah ngiler gimana liat aslinya ya.
Mata saya tertumbuk pada satu foto yang menurut saya menarik, yaitu foto kue lapis kekinian. Warnanya eye catching banget dan terlihat menggugah selera. Penasaran donk saya langsung buka akun siapa ya si empunya foto itu. Ternyata itu adalah salah satu produk unggulan dari Bika Bogor Talubi yaitu Lapis Kekinian Talubi.
Saya pikir mumpung di Bogor nih, kayaknya oke juga kalo saya mampir ke toko lapis kekinian itu. Tapi begitu saya cek agenda saya, ternyata saya tidak bisa berlama-lama di Bogor karena masih ada janji dengan teman di Jakarta. Duuhh.. padahal pas lagi ke Bogor ya..kan bisa sekalian tuh mampir ke toko lapis itu.
Akhirnya setelah selesai urusan, saya pun kembali ke Jakarta. Masih penasaran donk dengan lapis kekinian Talubi itu, sayapun ceki-ceki instagramnya lagi. Ternyata mereka mengeluarkan produk Special Edition Kemerdekaan bertema 17an, yaitu Lapis Kekinian Merah Putih. 
Lapis Kekinian Talubi itu ada 5 (lima) varian rasa, yaitu Talas Original, Red Velvet Vanila, Talas Green Tea, Talas Oreo dan Talas Coklat. Dengan tampilan lebih unik, tekstur lebih lembut dan tentunya membuat jadi ketagihan. Sayapun penasaran nih pengen coba. Ternyata walaupun mereka mempunyai 3 (tiga) outlet yaitu di Jl Padjajaran dan Jl Sholeh Iskandar, Bogor juga di Jl Raya Gadog, Puncak, mereka juga melayani layan antar. 
Wahh..pas banget donk ya, jadi yang pengen nyobain Lapis Kekinian Talubi bisa langsung order dan diantar sampai kerumah. Soal harga pun menurut saya cukup affordable loh, dengan IDR25.000 untuk semua varian rasa. Sayapun mencoba 3 variannya, yaitu Talas Original, Talas Coklat dan Merah Putih. Gak usah khawatir mereka mengirimnya dengan jasa pengiriman JNE Yes yang sehari sampai.

Lapis Kekinian Talas Coklat

Begitu lapis kekinian tiba, sayapun penasaran pengen buru-buru nyobain. Yang saya suka dari lapis kekinian talas coklat yaitu teksturnya beneran lembut lho.. Begitu dipotong terlihat teksturnya yang lembut, yang ditengahnya terdapat lapisan pastry yang renyah dengan coklat yang double sedouble-doublenya. Rasa manis di lapis kekinian talas coklat ini pas, gak bikin enek.
Lapis Kekinian Talas Original

Gak jauh berbeda dengan yang rasa talas original. Jenis lapis kekinian ini rasanya pun menurut saya tidak terlalu manis dan cocok untuk selera saya. Dengan warna kuning krem muda menurut saya memang menampilkan warna aslinya.
Edisi Special Kemerdekaan, Lapis Kekinian Merah Putih

Nah..kalo yang edisi spesial ini yaitu Lapis Kekinian Merah Putih. Berhubung bulan Agustus adalah bulan lahir negara kita NKRI, maka Lapis Kekinian dari Bika Talubi Bogor ini menggelar edisi kemerdekaan. Bolu vanila yang digulung dengan lembaran pastry di tengah, dihiasi taburan manisnya gula putih bubuk dan red velvet cookies dibagian lainnya dengan rasa vanila. Rasanya lembut, apalagi makannya ditemani secangkir teh/kopi hangat di sore hari bersama keluarga. Waahh… pasti nikmat ya.
Ga nyesel deh udah order dan nyobain 3 varian lapis kekinian Talubi itu. Kapan-kapan mau deh cobain varian lainnya. Karena Bika Talubi Bogor ini juga menjual aneka cemilan lain. Sayangnya saya kok ga menemukan yang varian keju ya. Moga-moga kalo ada kesempatan ke outletnya mau request yang varian keju atau durian kali ya…hahaha.
Untuk lebih lengkapnya bisa kok cek-cek di media sosialnya.  read more

Psoriasis Tidak Menular dan Bisa Disembuhkan 

Sewaktu kecil, saya punya teman yang sebagian kulit wajahnya terlihat merah menebal seperti flek-flek. Saya dan teman-teman merasa kasihan melihatnya. Seringkali saya melihatnya menutupi wajahnya dengan. Terkadang ada beberapa teman yang suka meledek. Saya bisa ikut merasakan kegundahan hatinya.
Awalnya saya tidak tahu termasuk penyakit kulit apakah yang menimpa teman saya itu. Tadinya saya pikir sejenis tanda lahir/tompel (birthmarks). Tapi teman saya bilang kalau lingkaran merah di pipinya itu berasa panas, perih dan gak enak sekali. Apalagi temen saya itu perempuan, saya merasakan sekali rasa sedihnya ketika ada yang mengolok-olok dia karena bercak merah di pipinya itu. Ternyata itu sejenis psoriasis, penyakit kelainan pada kulit.

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan menghadiri Press Conference peluncuran obat untuk penderita psoriasis dari Novartis. Tanggal 16 Agustus 2017, bertempat di Conference Room, Hotel Westin, Jakarta saya beserta rekan-rekan media dan blogger mendapatkan pengetahuan baru tentang psoriasis dan penyembuhannya.

dr.Danang Tri Wahyudi, SpKK, spesialis kulit RS Dharmais

Jadi, apa sih sebenernya psoriasis itu?Berbahayakah? Menularkah? Seperti yang dijelaskan oleh dr.Danang Tri Wahyudi .KK(K), spesialis kulit dari RS Dharmais dan Dr.Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, bahwa Psoriasis adalah penyakit autoimun umum yang tidak menular. 
Plak psoriasis adalah bentuk paling umum dari penyakit ini dan pada kulit terlihat ruam merah yang timbul dengan sisik keperakan dengan sel kulit mati bertumpuk. Psoriasis yang muncul di telapak tangan dan tumit atau disebut psoriasis palmoplantar, diderita oleh 40% pasien dengan plak psoriasis.
Pasien dengan psoriasis bukan hanya menanggung rasa gatal, kering dan menyakitkan tapi juga seringkali menimbulkan stress karena merasa malu dan ditolak di lingkungan atau bahkan keluarga. Seperti video testimoni drg Rio Suwandi yang mengalami beban mental yang berat bahkan beberapa kali mencoba untuk bunuh diri karena penyakitnya ini. Psoriasis juga bahkan diasosiasikan dengan kondisi kesehatan serius lainnya seperti diabetes, jantung dan depresi.
Penyebab psoriasis tidak diketahui, tetapi faktor genetik dan kelainan imunologi dapat mempengaruhi timbulnya penyakit ini. Ada beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya psoriasis yaitu stress psikologik, konsumsi alkohol, merokok, sinar matahari, infeksi bakterial, trauma fisik dan adanya gangguan metabolisme.

Psoriasis di Indonesia menyebar dari Sabang sampai Merauke dan biasanya dimulai pada usia 10-30 tahun, dibawah usia 15 tahun biasanya ada riwayat psoriasis dalam keluarganya. Jadi psoriasis bisa terkait dengan genetik, pria dan wanita dapat menderita penyakit ini.
Pasien psoriasis harus menemui dokter spesialis kulit untuk mendapatkan diagnosa klinis yang akurat dengan mempelajari pengalaman pasiennya. Kalau dulu obat yang harus digunakan pasien itu berupa salep atau krim yang harus dioleskan setiap harinya. Dan itu seringkali juga membuat pasien merasa bosan karena aktifitas jadi terganggu.
Adalah Novartis Indonesia yang kini meluncurkan secukinumab, pengobatan baru bagi pasien psoriasis di Indonesia untuk mendapatkan kondisi kulit yang lebih baik. Secukinumab adalah obat biologis – protein dengan rekayasa genetis yang didapatkan dari gen manusia yang dirancang untuk menghambat komponen spesifik di sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan inflamasi.
Hadirnya secukinumab di Indonesia diharapkan dapat menjembatani kebutuhan pengobatan untuk peningkatan hasil pengobatan yang lebih baik, juga kendali untuk penyakit psoriasis itu sendiri. Dengan metode PASI (Psoriasis Area and Severity Index) yaitu metode untuk menentukan hasil dari studi klinis dengan cara mengukur tingkat kemerahan, sisik dan tebalnya plak psoriasis dan sebarannya di permukaan tubuh. 
Skor PASI yang meningkat mengindikasikan perbaikan kondisi psoriasis pasien untuk mendapatakan kondisi kulit yang hampir bersih atau bersih. Pengobatan baru ini diharapkan dapat memberikan kulit yang bersih hingga 90%, seperti yang dijelaskan Milan Paleja, Presiden Direktur Novartis Indonesia
Milan Paleja, Presiden Direktur Novartis Indonesia

Novartis adalah penyedia solusi layanan kesehatan bagi pasien dan komunitas dan kebutuhannya yang terus berkembang. Berkantor pusat di Basel, Swiss menawarkan pengobatan yang inovatif, produk generik dengan harga efisien, pengobatan biosimilar dan perawatan mata. 
Novartis Indonesia berkomitmen selalu siap untuk mendukung pemerintah Indonesia dan bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan dalam hal ini Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (PERDOSKI) melalui JKN maupun pasar komersial demi meringankan beban sosial maupun ekonomi yang diakibatkan penyakit psoriasis ini. 
Dr.Lily Sriwahyuni Sulistyowati,MM., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementrian Kesehatan Indonesia

Langkah-langkah pencegahan dan pengendalianpun juga dilakukan pemerintah yang meliputi: read more

Dengan So Good, Kreatifitas Tercipta di Hidangan Kita

Kreatifitas dalam memasak ternyata juga diperlukan lho, supaya apa yang akan kita hidangkan untuk keluarga tercinta ada variasinya. Namun terkadang saya suka bingung mau masak apa ya.. atau kalopun sudah ada bahannya juga bingung mau diolah seperti apa. Memang sih ada berbagai resep yang bisa saja kita cari melalui buku resep atau searching di internet. Dari berbagai info yang suka saya search itu beberapa diantaranya adalah resep-resep tradisional khas Indonesia.
Dan beberapa waktu lalu saya kebetulan melihat postingan teman-teman blogger tentang kreasi masakan mereka, waahh…kreatif sekali lho. Selidik punya selidik ternyata mereka sedang ikut kompetisi lomba masak yang di sponsori oleh So Good. Lomba kreasi masak Saat Ramadhan, Saatnya So Good itu sudah berlangsung sejak 14 Juni 2017 lalu. Lomba itu diikuti oleh ibu-ibu di seluruh Indonesia termasuk para blogger. Adapun lomba tersebut yaitu lomba kreasi Ayam Potong dan/atau Siap Masak memakai produk unggulan So Good.
Hebatnya dari lomba masak Saat Ramadhan, Saatnya So Good itu berhasil mengumpulkan hampir 800an resep hasil kreasi para peserta. Wuiihh..keren-keren dan kreatif sekali ya para pesertanya. Dari lomba tersebut para peserta memperebutkan hadiah berupa uang tunai dan paket produk unggulan So Good.

Ibu Any Astuti, Marketing Manager dan Bapak Hartony Ho, Brand Manager PT So Good Food (Dok:penulis)

Pada Rabu, 9 Agustus 2017 lalu, saya berkesempatan menghadiri pengumunan pemenang lomba masak So Good yang dibagi menjadi 2 kategori di restoran Kopi Kalyan, Cikajang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hadir di acara tersebut yaitu Ibu Any Astuti selaku Marketing PT  Food, Bapak Hartony Ho selaku Brand Manager PT So Good Food juga Chef handal yang juga sebagai Juri di lomba itu yaitu Chef Ari Galih.
Chef Ari Galih (Dok:penulis)


“Resep-resep yang masuk sebanyak hampir 800 resep ini menandakan bahwa ibu-ibu sekarang sangatlah kreatif, berinisiatif tinggi dan ingin menyajikan masakan yang praktis namun juga sehat, bergizi tinggi dan seimbang untuk keluarga tercinta. Dan diharapkan dari ajang lomba ini para peserta menjadi inspirasi bagi ibu-ibu lain di Indonesia untuk menyajikan masakan yang penuh gizi seimbang tapi juga mengundang selera karena kreatifitas masakan yang mereka sajikan” ujar ibu Any Astuti.
Adapun unsur-unsur penilaian yang menjadi acuan dalam lomba masak Saat Ramadhan, Saatnya So Good ini yaitu: read more